Surat Manifesto Pelaku Penembakan di Jamuan Trump Terbongkar, Isinya Bikin Syok
Seorang pria bernama Cole Tomas Allen pria asal Torrance, California diamankan pihak berwenang setelah insiden penembakan di acara jamuan makan malam White House Correspondents’ Association Sabtu lalu waktu setempat. Allen diketahui menerobos pengamanan dan langsung menembakan saat acara tersebut berlangsung.
Setelah diamankan, pihak berwajib menemukan sebuah surat manifesto yang dikirimkan ke keluargnya sesaat sebelum kejadian. Surat itu diketahui diserahkan ke polisi oleh salah satu kerabat Allen.
Sebagian isi surat manifesto yang kini sudah tersebar di internet berisikan penjelasan rinci tentang alasan tindakannya, target yang dituju hingga penilaiannya terhadap sistem keamanan di lokasi.
Lantas seperti apa isinya? Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari laman NDTV, Selasa 28 April 2026.
Alasan penembakan
Dalam surat yang ditandatangani ‘Cole coldForce’ ‘Friendly Federal Assassin’ Allen’, pria 31 tahun itu menjelaskan panjang lebar mengapa ia merasa tindakannya itu benar.
“Memalingkan pipi itu berlaku ketika kamu sendiri yang tertindas. Saya bukan korban pemerkosaan di kamp penahanan. Saya bukan nelayan yang dieksekusi tanpa pengadilan. Saya bukan anak sekolah yang tewas dibom, bukan anak kelaparan, atau remaja perempuan yang dilecehkan oleh banyak pelaku kejahatan dalam pemerintahan ini. Memalingkan pipi saat orang lain tertindas bukanlah perilaku Kristiani, itu berarti ikut terlibat dalam kejahatan para penindas. Saya tidak lagi bersedia membiarkan seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat menodai tangan saya dengan kejahatan-kejahatannya,” isi surat tersebut.
Rencana Aksi yang dipersiapkan dengan Meminimalisir Korban
Allen juga menjelaskan bagaimana ia merencanakan serangan tersebut, termasuk jenis amunisi yang dipilih dan alasannya.
“Untuk meminimalkan korban, saya akan menggunakan peluru buckshot, bukan slug (daya tembusnya lebih rendah melalui dinding). Saya tetap akan menembus siapa pun di sini untuk mencapai target jika benar-benar diperlukan (dengan asumsi sebagian besar orang memilih menghadiri pidato seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat, sehingga dianggap ikut terlibat), tapi saya benar-benar berharap itu tidak terjadi,” tulisnya.
Siapa yang Jadi Target
Dalam surat itu, ia menyebut target utamanya adalah pejabat pemerintahan, yang diurutkan berdasarkan tingkat jabatan. Menariknya, ia secara khusus tidak memasukkan Direktur FBI Kash Patel dalam daftar.
“Pejabat pemerintahan (tidak termasuk Patel) mereka adalah target, diprioritaskan dari yang berpangkat tertinggi hingga terendah,” tulisnya.
Penilaiannya soal Keamanan Hotel
Allen juga menggambarkan bagaimana ia bisa masuk ke hotel dengan membawa beberapa senjata tanpa ada yang mencurigainya.
“Hal pertama yang saya sadari saat masuk ke hotel adalah rasa percaya diri berlebihan. Saya masuk dengan membawa beberapa senjata, dan tidak satu pun orang di sana mempertimbangkan kemungkinan bahwa saya bisa menjadi ancaman,” tulisnya.
Dia juga menjelaskan bahwa keamanan di acara ini semuanya berada di luar gedung, yang berfokus pada para demonstran dan tamu yang baru datang.
“Sepertinya tidak ada yang memikirkan apa yang terjadi jika seseorang sudah check-in sejak sehari sebelumnya. Tingkat kelalaian seperti ini benar-benar gila, dan saya sangat berharap ini diperbaiki saat negara ini memiliki kepemimpinan yang lebih kompeten. Kalau saya agen Iran, bukan warga Amerika, saya bisa saja membawa senjata berat ke sini tanpa ada yang sadar. Ini benar-benar tidak masuk akal,” bunyi surat itu.
Perasaannya Melakukan Aksi Ini
Allen juga menuliskan bagaimana perasaannya saat melakukan aksi tersebut.
“Oh, dan kalau ada yang penasaran bagaimana rasanya melakukan hal seperti ini rasanya mengerikan. Saya ingin muntah, saya ingin menangis untuk semua hal yang ingin saya lakukan tapi tidak akan pernah terwujud, untuk semua orang yang kepercayaannya saya khianati; saya juga merasakan kemarahan saat memikirkan semua yang telah dilakukan pemerintahan ini,” tulisnya.