Ramai Teori Konspirasi, Penembakan di Acara Trump Disebut Direkayasa

Acara Jamuan Makan Malam White House Correspondents’ Association
Acara Jamuan Makan Malam White House Correspondents’ Association

Insiden suara penembakan yang terjadi di acara jamuan makan malam White House Correspondents’ Association pada Sabtu malam waktu setempat jadi sorotan. Akibat insiden itu, presiden Donald Trump, dan istrinya Melania Trump serta pejabat AS langsung dievakuasi dari ballroom Hotel Hilton tempat acara berlangsung oleh Secret Service AS.

Menyusul dengan insiden tersebut, seorang pria bernama Cole Thomas Allen langsung ‘digelandang’ lantaran disebut sebagai pelaku penembakan tersebut. Namun di satu sisi, banyak pihak yang menyebut insiden tersebut hanya rekayasa semata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klai mini ramai di media sosial seperti X, Facebook dan TikTok. Bahkan menurut laporan The New York Times yang mengutip data TweetBinder, kata ‘staged’ alias direkayasa muncul lebih dari 300 ribu unggahan di X hingga Minggu siang waktu setempat.

Lantas benarkah insiden penembakan tersebut rekayasa semata? Mari kit aulas lebih mendalam seperti melansir dari laman NDTV, Selasa 28 April 2026.

Kronologi Kejadian

Sejumlah pejabat AS seperti presiden Donald Trump, Wapres AS, JD Vance serta pejabat senior dan jurnalis diketahui mengikuti sebuah jamuan makan malam di Washington Hilton, Washington DC pada Sabtu 25 April malam waktu setempat atau sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat acara jamuan makan malam berlangsung, seorang pria bernama Cole Thomas Allen asal California berhasil melewati pengamanan dan melepaskan tembakan saat bergerak menuju lokasi acara. Pria 31 tahun itu langsung ditangkap sementara presiden dan wakil presiden langsung dievakuasi ke tempat yang aman.

Teori “Ballroom” yang Viral

Ramai di media sosial X yang menyebut insiden penembakan tersebut sengaja direkayasa dengan tujuan untuk membangun dukungan publik terhadap rencana Trump membangun ballroom baru di Gedung Putih senilai 400 juta dolar atau setara Rp 6,8 triliun.

Trump sendiri sempat menyinggung rencana tersebut dalam konferensi pers usai kejadian dan dalam unggahan di Truth Social pada Minggu pagi waktu setempat.

Sebagian pengguna media sosial menilai cepatnya respons itu sebagai bukti adanya koordinasi. Salah satu unggahan yang mempertanyakan apakah insiden ini rekayasa bahkan ditonton lebih dari 8,9 juta kali.

Cuplikan Fox News dan Telepon yang Terputus

Teori lain berpusat pada siaran Fox News, di mana koresponden Gedung Putih mereka, Aishah Hasnie, sedang melaporkan langsung dari hotel ketika siarannya tiba-tiba terputus.

Sebelum sambungan terhenti, ia sempat mengatakan kepada penonton bahwa suami juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, memperingatkannya untuk berhati-hati.

“Kamu harus sangat berhati-hati,” kata dia.

Seorang pengguna X menulis bahwa Fox News memutus siaran karena reporter tersebut seolah mengindikasikan penembakan itu sudah direncanakan, unggahan ini ditonton lebih dari 5,6 juta kali.

Namun, Hasnie kemudian mengklarifikasi di X bahwa sinyal ponselnya hilang karena berada di area dengan jaringan yang buruk. Ia menjelaskan bahwa peringatan tersebut murni bentuk kepedulian terhadap keselamatannya.

Pernyataan ‘Akan Ada Tembakan’

Karoline Leavitt juga ikut menjadi sorotan. Dalam wawancara sebelum acara, ia sempat mengatakan ‘akan ada tembakan’, yang sebenarnya merujuk pada candaan yang akan disampaikan Trump dalam acara tersebut.

Setelah insiden terjadi, sebagian pengguna menganggap pernyataan itu janggal dan memunculkan berbagai spekulasi, bahkan meme yang menyiratkan ia sudah mengetahui rencana serangan.

Teori “False Flag”

Salah satu teori yang paling luas beredar menyebut insiden ini sebagai operasi “false flag”, yakni aksi yang sengaja dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari ketegangan internasional atau sebagai alasan memperketat keamanan.

Para penganut teori ini juga menyoroti reaksi sejumlah tokoh dekat Trump, termasuk Dana White, yang disebut tidak langsung berlindung. Mereka menafsirkan hal ini sebagai tanda bahwa lingkar dalam Trump tahu mereka sebenarnya tidak dalam bahaya.

Dugaan Keterkaitan dengan Israel

Ada pula teori lain yang mengaitkan insiden ini dengan pihak asing, dengan menyoroti dugaan aktivitas pencarian terkait nama tersangka di Israel sebelum kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa akun, termasuk media dari Rusia dan Iran, juga menyebarkan gambar yang belum terverifikasi dan diklaim menunjukkan hubungan dengan institusi Israel.

Namun penting untuk dicatat, hingga saat ini pihak berwenang belum menemukan bukti apa pun yang mendukung klaim-klaim tersebut. Pejabat menyatakan bahwa tulisan-tulisan tersangka lebih menunjukkan motif pribadi dan tidak mengarah pada keterlibatan pihak asing.