Siapa Sebenarnya Cole Tomas Allen? Tersangka Penembakan di Acara Trump Diduga Seorang Ilmuwan dan Insinyur Komputer

Penampakan Pelaku Penembakan di Acara Jamuan Makan Malam Gedung Putih
Penampakan Pelaku Penembakan di Acara Jamuan Makan Malam Gedung Putih

  Nama Cole Tomas Allen mendadak menjadi sorotan setelah disebut sebagai sosok di balik insiden penembakan di acara makan malam koresponden di Gedung Putih. Peristiwa ini bukan hanya memicu kepanikan di jantung politik Amerika Serikat, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pria tersebut.

Identitas Allen pertama kali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunggah video di platform Truth Social. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria berlari menerobos pos pemeriksaan keamanan di dekat area utama acara yang digelar di Washington Hilton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video itu, agen Secret Service tampak langsung bereaksi dengan mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan saat pria tersebut mencoba melarikan diri. Trump juga membagikan foto seorang pria tanpa baju yang tergeletak di lantai, diduga sebagai pelaku yang telah dilumpuhkan.

Tamu Acara di Gedung Putih Berlindung di Bawah Meja Usai Suara Tembakan Terjadi

Meski nama Cole Tomas Allen telah beredar luas, pihak berwenang Amerika Serikat hingga kini belum secara resmi mengumumkan identitas tersangka. Namun, penelusuran terhadap profil digital mengarah pada seorang pria berusia 31 tahun asal California Selatan, tepatnya dari Torrance, wilayah pinggiran Los Angeles.

Sebuah profil LinkedIn menunjukkan sosok Allen sebagai seorang insinyur dengan minat kuat di bidang pengembangan game. Dalam deskripsinya, ia menulis, “Insinyur mekanik dan ilmuwan komputer berdasarkan gelar, pengembang game independen berdasarkan pengalaman, guru sejak lahir.”

Profil tersebut juga menyebut bahwa Allen merupakan lulusan California Institute of Technology atau Caltech, salah satu kampus teknik paling prestisius di Amerika Serikat, dengan gelar teknik mesin pada 2017. Ia juga dikabarkan meraih gelar master ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills pada tahun lalu.

Jejak Karier: Dari Insinyur hingga Pengembang Game

Setelah lulus, Allen sempat bekerja sebagai insinyur mekanik sebelum beralih menjadi pengembang gim independen. Ia mendirikan studio kecil bernama Ice-Forged Games dan merilis satu gim di platform Steam berjudul Bohrdom pada 2018.

Gim tersebut disebut sebagai “gim pertarungan asimetris tanpa kekerasan” dengan konsep unik berbasis kimia, di mana pemain bisa berperan sebagai elektron atau inti atom. Selain itu, Allen juga diketahui pernah bekerja paruh waktu sebagai pengajar di lembaga bimbingan belajar C2 Education di Torrance. Salah satu unggahan perusahaan tersebut bahkan pernah menobatkannya sebagai “guru terbaik bulan ini” pada 2024.

Sosok Cerdas yang Mengejutkan Orang Sekitar

Fakta paling mencengangkan justru datang dari orang-orang yang mengenalnya. Seorang mantan rekan setim voli semasa SMA menggambarkan Allen sebagai sosok jenius yang tidak perlu belajar keras.

“Orang lain belajar dengan giat. Dia tidak perlu belajar. Semuanya akan datang begitu saja. Dia benar-benar sangat pintar,” ujarnya seperti dikutip The Guardian.

Ia juga menyebut Allen sebagai pribadi yang lembut dan penuh rasa ingin tahu. “Dia mungkin orang yang paling lembut di tim, yang membuat tindakannya ini semakin mengejutkan,” katanya.

Kesan serupa juga disampaikan oleh mantan muridnya yang menyebut Allen sebagai “pria yang cukup normal”, meski sedikit unik.

Kronologi Penembakan

Kepala Kepolisian Metropolitan Washington, Jeffery Carroll, mengatakan tersangka berhasil dilumpuhkan tanpa terkena tembakan, meski sempat terjadi baku tembak. Seorang petugas dilaporkan terkena tembakan namun selamat berkat rompi antipeluru dan telah dipulangkan dari rumah sakit.

Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, memastikan bahwa tersangka telah ditahan dan tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain. Penyidik juga menemukan bahwa tersangka diduga membawa senapan, pistol, dan pisau. Ia diyakini merupakan tamu hotel dan sempat terlibat perkelahian sebelum mencoba memasuki acara.

“Kami yakin dia adalah tamu di hotel ini. Kami telah mengamankan sebuah kamar di hotel ini,” kata Carroll.

Sementara itu, Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, menyebut bahwa tersangka telah didakwa dengan dua tuduhan dan kemungkinan akan menghadapi dakwaan tambahan.

“Jelas, berdasarkan apa yang kita ketahui sejauh ini, individu ini berniat untuk melakukan sebanyak mungkin kerusakan dan kerugian,” ujar Pirro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, motif di balik aksi tersebut masih belum terungkap. Pemerintah federal juga tengah menggeledah rumah tersangka di California untuk mencari petunjuk lebih lanjut.

Pejabat tinggi hukum AS, Todd Blanche, menyatakan bahwa pelaku diduga menargetkan pemerintahan Trump, kemungkinan termasuk presiden Trump. Dalam pernyataannya, Trump menyebut pelaku sebagai “pelaku tunggal yang gila” yang akan menghabiskan seumur hidup di penjara.