Trump Mengaku 'Terhormat Jadi Sasaran' Usai Penembakan di Jamuan Makan Malam Gedung Putih
Presiden Donald Trump menggelar press conference menyusul dengan insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner. Dalam sesi tersebut, seorang wartawan sempat menanyakan apakah aksi penembakan itu memang ditujukan untuk menargetkan Donald Trump.
Trump mengatakan bahwa dirinya tidak tau dan mungkin saja memang hal tersebut benar adanya. Namun di sisi lain, Trump mengatakan bahwa dirinya merasa terhormat menjadi target setelah insiden penembakan itu.
"Kalau melihat para presiden besar kita, hal seperti ini tidak terjadi pada orang yang tidak melakukan apa-apa," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari laman US Weekly, Minggu 26 April 2026.
Seorang pria berusia 30 tahun asal California yang diduga menjadi pelaku telah berhasil ditangkap saat insiden terjadi. Pihak Secret Service menyebut kondisi pelaku masih 'belum diketahui', begitu juga dengan motifnya.
"Pelaku sudah ditangkap dan aparat sedang menuju apartemennya. Sepertinya dia tinggal di California dan dia adalah orang yang sangat sakit, sangat sakit," ujar Trump dalam konferensi persnya.
Trump juga menceritakan detik-detik dirinya dievakuasi dari ballroom menuju lokasi aman di Washington Hilton setelah tembakan terdengar.
"Saya benar-benar kaget saat hal seperti ini terjadi. Ini pernah saya alami sedikit sebelumnya, dan rasanya tidak pernah berubah. Saat itu kami duduk berdampingan, Ibu Negara Melania Trump di sebelah kanan saya, lalu saya mendengar suara… saya kira itu nampan jatuh, suaranya cukup keras dan datang dari agak jauh. Pelaku bahkan belum mencapai area kami. Mereka benar-benar menghentikannya… tapi ternyata itu suara tembakan," kata dia.
Ia melanjutkan, beberapa orang langsung paham apa yang terjadi, sebagian lainnya tidak.
"Saya melihat situasinya. Melania sangat cepat menyadari, saya rasa dia langsung tahu apa yang terjadi. Dia bilang, ‘Itu suara yang buruk.’ Lalu kami langsung dievakuasi. Semuanya berlangsung sangat cepat… hanya dalam hitungan detik kami sudah keluar dari ruangan," kata dia.
Trump, Melania, dan sejumlah anggota kabinet dievakuasi dari hotel Washington Hilton saat situasi darurat berlangsung. Juru bicara Secret Service memastikan insiden terjadi di area magnetometer utama hotel tersebut. Tidak ada pejabat pemerintahan maupun jurnalis yang hadir dilaporkan terluka.
Seorang agen Secret Service sempat terkena tembakan, namun Trump mengatakan nyawanya terselamatkan berkat rompi pelindung yang dikenakan. Agen tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Rompi itu bekerja dengan baik. Saya baru saja berbicara dengan petugasnya, dan kondisinya sangat baik," ujar Trump.
Sebelumnya pada malam yang sama, Trump juga memastikan melalui Truth Social bahwa dirinya, Melania, serta para anggota kabinet— ermasuk juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt yang tengah hamil dalam kondisi aman setelah dievakuasi. Ia sempat menyarankan agar acara tetap dilanjutkan.
"Malam yang luar biasa di Washington, D.C. Secret Service dan aparat penegak hukum bekerja dengan sangat baik. Mereka bertindak cepat dan berani. Pelaku sudah ditangkap, dan saya sempat menyarankan agar ‘ACARA TETAP DILANJUTKAN’, namun kami sepenuhnya akan mengikuti arahan aparat. Mereka akan segera mengambil keputusan. Apa pun keputusannya, malam ini jelas akan berbeda dari rencana awal, dan kemungkinan besar acara ini harus dijadwalkan ulang," tulisnya.