AS Terima Iran Main di Piala Dunia 2026, Tak Akan Diganti Italia

Iran, Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, Italia, Donald Trump, AS Terima Iran Main di Piala Dunia 2026, Tak Akan Diganti Italia

Pemerintah Amerika Serikat memastikan Timnas Iran tetap diterima tampil di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, muncul usulan kontroversial agar Iran digantikan Italia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Ia menegaskan bahwa AS tidak pernah melarang Iran untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026.

“Tidak ada seorang pun dari Amerika Serikat yang mengatakan mereka tidak boleh datang,” ujar Rubio saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Putih dilansir dari AFP.

Marco Rubio menegaskan bahwa hal yang jadi permasalahan orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan IRGC, Garda Revolusi Iran.

“Masalah dengan Iran bukanlah para atletnya, melainkan beberapa orang lain yang mungkin ingin mereka bawa, yang sebagian memiliki hubungan dengan IRGC."

"Kami mungkin tidak bisa mengizinkan mereka masuk, tetapi bukan para atletnya,” tuturnya melanjutkan.

Sebelumnya, mencuat kabar kontroversial dari utusan khusus AS kelahiran Italia, Paolo Zampolli, yang mengemukakan kemungkinan Italia menggantikan Iran di Piala Dunia kepada Presiden Donald Trump serta FIFA.

Usulan tersebut segera menuai reaksi keras dari pemerintah dan otoritas olahraga Italia yang menolaknya secara tegas.

Rubio menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak mencerminkan sikap resmi pemerintah Amerika Serikat terkait partisipasi Iran di Piala Dunia.

“Saya tidak tahu dari mana hal itu berasal, selain spekulasi bahwa Iran mungkin memutuskan untuk tidak datang dan Italia akan mengisi tempat mereka,” kata Rubio.

“Namun itu hanya akan terjadi jika mereka sendiri memutuskan untuk tidak datang, bukan karena ada pihak yang melarang,” tambahnya.

Di sisi lain, Zampolli sempat menyatakan bahwa akan menjadi sebuah “impian” jika Italia bisa tampil di putaran final yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Iran, Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, Italia, Donald Trump, AS Terima Iran Main di Piala Dunia 2026, Tak Akan Diganti Italia

Pelatih kepala timnas Italia, Gennaro Gattuso, memeluk penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, dan, Niccolo Pisilli, setelah memenangkan pertandingan semifinal kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Italia dan Irlandia Utara di stadion Gewiss di Bergamo, pada 26 Maret.

Italia Bantah Akan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi yang menegaskan bahwa ide tersebut tidak mungkin direalisasikan.

“Pertama, itu tidak mungkin; kedua, itu tidak pantas, karena Anda lolos berdasarkan hasil di lapangan,” ujar Abodi.

Pernyataan senada juga disampaikan Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, yang menilai gagasan tersebut tidak menghargai prinsip sportivitas.

“Saya akan merasa tersinggung. Anda harus mendapatkan tempat di Piala Dunia,” kata Buonfiglio.

Italia merupakan juara dunia empat kali, tetapi gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 terjadi setelah mereka kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina pada babak playoff kualifikasi.

Presiden FIFA Ingin Iran Tetap Main di AS

Sementara itu, partisipasi Iran sempat diragukan akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu.

Federasi sepak bola Iran bahkan sempat menyatakan bahwa mereka tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan lokasi pertandingan mereka dari Amerika Serikat ke Meksiko.

Namun, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Iran tetap akan tampil sesuai dengan hasil undian yang telah ditetapkan.

Artinya, Iran akan tetap bermain di Amerika Serikat. Berdasarkan jadwal, Team Melli akan melakoni dua laga Grup Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru dan Belgia di Stadion SoFi, Los Angeles.

Iran lalu akan menutup fase grup dengan menghadapi Mesir di Lumen Field, Seattle.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang