Pakar: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Demi Menutupi Rasa Malu Ditolak Iran

Pidato Kemenangan Donald Trump di Pilpres AS
Pidato Kemenangan Donald Trump di Pilpres AS

 Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, sebuah langkah yang diambil untuk memberi waktu tambahan bagi Teheran menyusun proposal guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Barbara Slavin, seorang peneliti terkemuka di lembaga think tank Stimson Center, menilai  langkah 'dadakan' Trump itu dengan menyatakan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran "cara untuk menutupi rasa malu" dari negosiasi yang gagal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menunjukkan bahwa Trump bersedia mengirim Wakil Presiden JD Vance untuk bernegosiasi dengan Iran di Pakistan, tetapi Teheran tampaknya tidak bersedia menghadiri pembicaraan tersebut.

"Perang ini tidak berjalan seperti yang dia harapkan sejak awal, dan Iran telah menemukan pengaruh baru dalam kendalinya atas Selat Hormuz," kata Slavin kepada Al Jazeera.

Slavin menganggap keputusan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran merupakan suatu kelegaan, tetapi solusi diplomatik untuk perang di Iran akan membutuhkan AS untuk mengurangi tuntutannya.

AS, lanjutnya, harus "melepaskan tuntutan maksimalisnya" dan menawarkan Iran "semacam isyarat bahwa AS serius dalam mencari solusi," tambahnya.

Keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, menandai perubahan sikap yang cukup tajam. Sebab, beberapa jam sebelum pengumuman tersebut, ia sempat menyatakan penolakan terhadap perpanjangan gencatan senjata dan memperingatkan bahwa waktu bagi Iran hampir habis sebelum AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur negara itu. 

Perubahan arah kebijakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan, termasuk kritik keras dari Iran terhadap blokade angkatan laut AS yang dinilai menghambat jalur pelabuhan dan mempersulit kemungkinan dialog.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut baik keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Trump. Islamabad disebut akan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur negosiasi.

“Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat menyimpulkan ‘Kesepakatan Perdamaian’ yang komprehensif selama putaran kedua pembicaraan yang dijadwalkan di Islamabad untuk mengakhiri konflik secara permanen,” kata Sharif dalam unggahan di X.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, efektivitas perpanjangan gencatan senjata masih dipertanyakan. Blokade angkatan laut AS tetap berlangsung, sehingga belum jelas apakah Iran akan bersedia hadir dalam perundingan lanjutan di Islamabad.

Iran tidak segera menanggapi pernyataan Trump. Kantor berita semi-resmi, Tasnim, menyatakan bahwa posisi Teheran akan "diumumkan secara resmi nanti".