Anak Buah Trump Tolak Ungkap Biaya Perang Lawan Iran di Hadapan Kongres AS
Kepala Kantor Anggaran Gedung Putih Russell Vought menolak untuk mengungkapkan berapa banyak biaya yang telah dihabiskan pemerintah AS sejauh ini untuk perang di Iran, dalam sebuah pertemuan tertutup dengan para senator Amerika di Gedung Kongres AS, Kamis, 16 April 2026. Ia beralasan bahwa angka tersebut "masih fluktuatif" dan sulit untuk dinilai.
Melansir The Hill, Vought sebelumnya mengatakan kepada para senator bahwa Gedung Putih masih mengerjakan permohonan permintaan dana tambahan untuk dikirim ke Kongres guna mendanai konflik militer dengan Iran, yang menurut Kongres akan menelan biaya lebih dari $10 miliar per minggu, atau setara Rp171,39 triliun dengan asumsi kurs Rp17.139 per dolar AS.
Ketika ditanya oleh Ketua Komite Anggaran Senat Lindsey Graham (R-S.C.) tentang kapan Gedung Putih akan mengajukan permintaan pengeluaran tambahan pertahanan kepada para anggota parlemen, Vought mengaku belum siap mengajukan.
"Kami sedang mengerjakannya. Kami ingin terus menilai kapan dana tersebut akan dibutuhkan dan berapa lama operasi akan berlangsung," jawab Vought.
"Kami sudah memilikinya; kami sedang meninjaunya. Kami sangat menyadari dan akan memastikan kami mengirimkannya," tambahnya.
Graham mengatakan dia ingin pemerintah mengirimkan permintaan tersebut ke Kongres “secepat mungkin.”
Pun, ketika ditanya oleh Senator Jeff Merkley (D-Oregon) apakah pemerintah telah menghabiskan $50 miliar untuk konflik tersebut seperti yang dilaporkan beberapa media, Vought menolak menjawab dan dia tidak ingin "memberikan gambaran tentang hal itu saat ini."
Jawaban itu tidak diterima dengan baik oleh politisi senior Partai Demokrat tersebut, yang mengatakan kepada Vought, "Saya berharap Anda memiliki angka yang cukup akurat tentang hal itu, jadi saya sedikit kecewa dengan jawaban itu." kata Merkley
Vought juga menolak untuk mengkonfirmasi laporan bahwa pemerintah berencana untuk mengajukan permintaan dana sebesar $80 miliar hingga $100 miliar untuk mendanai operasi militer melawan Iran.
"Jika Anda berada di dalam Departemen Perang, biaya-biaya ini akan berfluktuasi setiap harinya. Jadi saya pikir sulit untuk memberikan perkiraan biaya rata-rata," kata Vought.
Para senator menyatakan bahwa perang ini bisa menghabiskan biaya hingga 10 miliar dolar per minggu, sementara pemerintahan Trump tengah menyiapkan permohonan tambahan anggaran pertahanan.
Para kritikus menuduh pejabat AS berusaha "menyembunyikan" besarnya biaya perang agresi melawan Iran di tengah meningkatnya utang nasional AS.
Berdasarkan data dari situs "Iran War Cost Tracker", Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari 51,2 miliar dolar (sekitar (Rp877,5168 triliun) selama 46 hari operasi militer terhadap Iran.
Jumlah ini setara dengan biaya asuransi kesehatan untuk lebih dari 1,5 juta keluarga Amerika beranggotakan empat orang selama satu tahun penuh.