Trump Ogah Minta Maaf ke Paus Leo

Presiden AS Donald Trump di Georgia, AS
Presiden AS Donald Trump di Georgia, AS

 Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan mundur dari perseteruannya dengan Paus Leo XIV yang dipicu unggahannya di Truth Social dengan menyerang pemimpin Gereja Katolik itu dengan menyebutnya "lemah" dan "buruk untuk kebijakan Luar negeri."

Melansir CBS News, Rabu, Trump mengatakan Paus mengatakan Paus Leo "salah dalam isu-isu tersebut" dan tidak seharusnya ikut campur dalam urusan politik. Ia menegaskan tidak berniat meminta maaf kepada Leo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump menyoroti ketidaksetujuan Paus Leo terhadap deportasi massal dan perang Iran, sebelum mengirimkan unggahan tersebut. Ketika ditanya apakah ia berencana menghubungi Paus secara langsung, Trump menjawab tegas: "Tidak."

"Dia salah dalam isu-isu tersebut," kata Trump tentang Paus Leo. "Saya rasa dia seharusnya tidak ikut campur dalam politik. Saya rasa dia mungkin telah belajar dari ini."

Paus Leo XIV, Paus Baru Terpilih

Trump juga mengatakan dia tidak yakin apakah Paus Leo, Paus pertama kelahiran AS, akan mengunjungi Amerika Serikat selama masa kepresidenannya. "Saya tidak tahu. Itu terserah beliau, bukan saya." ucapnya

Trump juga turut menanggapi kontroversi gambar AI yang sempat ia unggah di Truth Social pada Minggu malam, yang kemudian dihapus. Gambar tersebut menggambarkan dirinya sebagai sosok seperti Yesus dan menuai kritik dari kalangan Kristen konservatif.

Trump mengaku terkejut dengan reaksi negatif tersebut dan menyebut gambar itu dibuat oleh "seniman yang sangat cantik dan berbakat." Ia mengaku mengira gambar tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai dokter, bukan Yesus.

 

"Saya melihat itu sebagai gambar saya sebagai seorang dokter yang sedang memperbaiki—ada Palang Merah di sana, ada, Anda tahu, orang-orang medis di sekitar saya. Dan saya seperti dokter, Anda tahu, sedikit bermain-main sebagai dokter dan membuat orang lebih baik. Jadi itulah yang dilihat orang. Itulah yang dipikirkan kebanyakan orang."

Ketika ditanya alasan penghapusan unggahan tersebut, Trump berkata: "Biasanya saya tidak suka melakukan itu, tetapi saya tidak ingin ada yang bingung. Orang-orang memang bingung."

Sebelumnya pada hari Senin di X, aktivis konservatif Riley Gaines mempertanyakan unggahan tersebut dan menyebut "sedikit kerendahan hati akan bermanfaat baginya" serta menyebut bahwa "Tuhan tidak boleh diperolok-olok."

Namun Trump membantah bahwa penghapusan unggahan itu dipicu kritik Gaines. "Saya tidak mendengarkan Riley Gaines. Sebenarnya saya bukan penggemar berat Riley."

Dalam wawancara itu pula, Trump menyatakan ia merasa telah "berbuat lebih banyak untuk Gereja Katolik daripada presiden mana pun dalam seratus tahun terakhir."

"Selama COVID, saya memberi mereka miliaran dolar. Mereka hampir bangkrut. Saya memberi mereka miliaran dolar untuk pendidikan dan itu bukan cara yang tepat untuk memperlakukan seseorang yang telah begitu baik."

Sementara itu, Paus Leo telah menanggapi unggahan Trump saat berada dalam penerbangan menuju Aljazair pada hari Senin.

"Hal-hal yang saya katakan tentu saja tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap siapa pun, dan pesan Injil sangat jelas: 'Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian,'" kata Paus Leo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tidak takut pada pemerintahan Trump, atau berbicara lantang tentang pesan Injil, yang menurut saya adalah tugas saya di sini, tugas gereja di sini," kata Paus Leo. 

"Kami bukan politisi, kami tidak menangani kebijakan luar negeri dengan perspektif yang sama seperti yang mungkin dipahaminya, tetapi saya percaya pada pesan Injil, sebagai pembawa perdamaian."