Paus Leo Kecam Kekuatan 'Neokolonial', Singgung Pelanggaran Hukum Internasional di Tengah Kritik Trump
Paus Leo pada hari Senin mengecam pelanggaran hukum internasional oleh kekuatan yang ia sebut sebagai ‘neokolonial’ dalam pernyataannya saat melakukan kunjungan ke Aljazair. Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa jam setelah ia mendapat kritik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebelumnya, Trump melancarkan serangan terbuka terhadap Paus Leo. Ia menyebut paus tersebut lemah dalam menangani kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri, sekaligus mempertanyakan proses terpilihnya sebagai pemimpin tertinggi gereja katolik di dunia.
Trump juga mengkritik sikap paus dalam berbagai isu internasional, termasuk perang melawan Iran. Ia bahkan menilai kepemimpinan Paus Leo di Gereja Katolik sarat dengan kepentingan politik.
Melansir laman Anadolu Agency, Selasa 14 April 2026, dalam pidatonya setelah bertemu Presiden Aljazair, Abdelmadjid Tebboune, Paus Leo mengecam pelanggaran terhadap norma-norma internasional tanpa menyebut negara tertentu. Pidato itu disampaikan dalam kunjungan pertamanya ke negara Afrika Utara tersebut sejak awal masa kepausannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tebboune atas undangan yang diberikan. Kunjungan ini disebutnya sebagai bagian dari tahun pertama pelayanan kepausannya, serta menjadi momen untuk memuji masyarakat Aljazair atas budaya rekonsiliasi, solidaritas, dan keramahan mereka.
Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini mencakup beberapa agenda di Aljir serta provinsi pesisir timur Annaba, yang merupakan tempat kelahiran Santo Agustinus, salah satu pemikir paling berpengaruh dalam tradisi Kristen.
Tebboune, yang berbicara bersama Paus Leo saat mengunjungi pusat kebudayaan Masjid Agung Aljir setelah pertemuan bilateral di istana kepresidenan, menyebut kunjungan ini sebagai peristiwa bersejarah. Ia juga menyambut hangat kedatangan paus ke tanah yang baik yang melahirkan Santo Agustinus.
Ia menegaskan komitmen Aljazair terhadap dialog, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai, serta menyerukan keadilan bagi rakyat Palestina.
Presiden Aljazair juga menyatakan bahwa negaranya sangat menjunjung tinggi keadilan sosial, martabat manusia, dan perlindungan hak asasi.
Sementara itu, Paus Leo berulang kali menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Palestina di Gaza. Ia menyebut kondisi di sana sebagai “tidak dapat diterima”, di tengah konflik yang masih berlangsung sejak Oktober 2023.