Trump Ancam Sanksi Negara-negara NATO yang Tolak Bantu AS Perangi Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump murka atas langkah sejumlah negara sekutu di NATO yang membatasi akses AS ke pangkalan militer mereka, dan mempertimbangkan untuk menghukum beberapa sekutu NATO yang dianggap tidak membantu selama konflik dengan Iran dengan memindahkan pasukan AS dari negara-negara tersebut.

Melansir ABC News, Jumat, kemarahan tersebut ditunjukkan Trump saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, mengutip pejabat dan sumber yang dekat dengan pertemuan itu. Belum jelas seberapa jauh rencana tersebut dan negara mana yang akan terdampak jika keputusan untuk melaksanakannya diambil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika ditanya apakah Trump mempertimbangkan hukuman bagi sekutu NATO yang tidak mengindahkan permintaannya dan apakah usulan ini disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Mark Rutte selama pertemuannya dengan Trump pada hari Rabu, seorang pejabat Gedung Putih merujuk pada pernyataan sebelumnya dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio di mana ia mempertanyakan mengapa AS akan terus menempatkan pasukan di Eropa jika dilarang menggunakan pangkalan yang dioperasikan bersama.

"Mengapa kita berada di NATO? Anda harus mengajukan pertanyaan itu. Mengapa kita mengirimkan triliunan dolar dan menempatkan semua pasukan Amerika ini di wilayah tersebut, jika pada saat kita membutuhkan bantuan, kita tidak diizinkan untuk menggunakan pangkalan-pangkalan itu?" kata Rubio dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada awal April.

Kabar mengenai pertimbangan Gedung Putih terhadap rencana untuk menghukum sekutu NATO dengan mendistribusikan kembali pasukan pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Dalam penampilan sehari setelah pertemuannya dengan Trump, Rutte mengatakan pada hari Kamis bahwa sekutu agak lambat dalam mendukung Operasi Epic Fury, tetapi dukungan Eropa sangat penting, dan beberapa sekutu dapat dimaafkan karena kurang sigap, mengingat sifat perang yang mendadak.

"Mari kita pertimbangkan peristiwa-peristiwa terkini ketika tiba saatnya untuk memberikan dukungan logistik dan dukungan lainnya yang dibutuhkan Amerika Serikat di Iran. Beberapa sekutu agak lambat, setidaknya demikian. Sejujurnya, mereka juga agak terkejut," kata Rutte di Institut Reagan di Washington.

Kemarahan Trump terhadap Prancis dan Spanyol dilaporkan mendominasi pembicaraan dengan Sekjen NATO di Gedung Putih. Namun demikian, Trump tidak menyebutkan langkah apa yang akan ia ambil terhadap negara-negara tersebut.

Sekjen NATO Mark Rutte dilaporkan memahami kekecewaan Trump terhadap aliansi pertahanan tersebut dalam pertemuan mereka yang berlangsung Rabu, 8 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah bertemu Rutte, Trump, melalui platform Truth Social pada Kamis, mengaku sangsi bahwa NATO akan membantu AS jika Washington memintanya. Pada 17 Maret, Trump mengatakan NATO telah membuat "kesalahan yang sangat bodoh" dengan tidak mendukung AS dalam operasi militernya melawan Iran.

Presiden AS itu mengaku tak terkejut bahwa mayoritas negara NATO tidak mau berpartisipasi dalam perang tersebut. Ia pun menyebut NATO sebagai aliansi "satu arah".