Melania Trump Bantah Punya Hubungan dengan Epstein, Desak Kongres Gelar Sidang dengan Para Korban
Ibu Negara AS, Melania Trump menyampaikan pernyataan yang menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan atau kedekatan dengan Jeffrey Epstein maupun Ghislaine Maxwell. Ia juga meminta Kongres menggelar sidang terbuka yang menghadirkan para korban Epstein.
Dalam pernyataan berdurasi enam menit yang disiarkan langsung dari Gedung Putih Kamis waktu setempat, Melania untuk pertama kalinya secara terbuka membahas kasus Epstein setelah Departemen Kehakiman merilis sejumlah dokumen terkait. Ia menegaskan agar Kongres bisa bertindak.
“Saya meminta Kongres memberikan kesempatan kepada para perempuan yang menjadi korban Epstein untuk mengikuti sidang terbuka yang berfokus pada para penyintas. Beri mereka kesempatan untuk bersaksi di bawah sumpah di hadapan Kongres. Setiap perempuan berhak menceritakan pengalamannya di ruang publik, jika mereka mau, dan kesaksian itu harus dicatat secara resmi. Hanya dengan begitu kita bisa mengetahui kebenaran,” ujar Melania di hadapan para wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari laman CBS News, Jumat 10 April 2026.
Anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR AS, Robert Garcia dari California, menyebut pernyataan Melania sebagai sesuatu yang cukup mengejutkan. Ia mengatakan, permintaan untuk menghadirkan kesaksian para korban sebenarnya sudah lama diajukan, namun selama ini selalu dianggap tidak memungkinkan.
“Kami tentu menyambut baik dan setuju dengan seruan tersebut, agar kita bisa mendengar langsung dari para penyintas,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Melania menunjukkan masih ada tokoh-tokoh berpengaruh yang terlibat, dan masih banyak cerita yang belum terungkap.
Presiden Donald Trump mengatakan ia tidak mengetahui pernyataan tersebut sebelum disampaikan. Juru bicara Melania menyebut pihak Gedung Putih mengetahui akan ada pernyataan, tetapi tidak memastikan apakah mereka tahu isi atau topiknya.
Belum jelas mengapa Melania baru menyampaikan pernyataan ini sekarang, bukan saat dokumen-dokumen terkait pertama kali dirilis. Foto-foto lama keluarga Trump bersama Epstein dan Maxwell sudah lama beredar di publik, dan email dari Departemen Kehakiman menunjukkan Melania dan Maxwell pernah saling berkirim pesan setidaknya satu kali.
Ketika ditanya alasan pernyataan ini disampaikan sekarang, juru bicara Melania merujuk pada pernyataan penasihat seniornya, Marc Beckman. Ia mengatakan bahwa Melania merasa sudah waktunya untuk berbicara.
“Cukup sudah. Kebohongan harus dihentikan. Saatnya publik dan media fokus pada pencapaian Melania sebagai Ibu Negara, dampak positif yang telah ia berikan, dan komitmennya terhadap negara,” kata Beckman.
Melania juga menegaskan bahwa Epstein tidak pernah memperkenalkannya kepada Donald Trump. Ia menyebut email singkat antara dirinya dan Maxwell hanya sebatas balasan yang sopan dan biasa saja.
“Saya bukan korban Epstein. Epstein tidak pernah memperkenalkan saya kepada Donald Trump. Saya bertemu suami saya secara tidak sengaja di sebuah pesta di New York pada tahun 1998. Pertemuan itu juga sudah saya ceritakan dalam buku saya, Melania. Saya pertama kali bertemu Epstein pada tahun 2000 di sebuah acara yang saya hadiri bersama Donald. Saat itu, saya tidak mengenalnya dan tidak tahu apa pun tentang aktivitas kriminalnya,” kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa banyak foto dan cerita palsu tentang dirinya yang beredar di media sosial selama bertahun-tahun.
“Hati-hati dengan apa yang Anda percaya. Gambar dan cerita itu tidak benar,” ujarnya.
Melania menambahkan bahwa dirinya tidak pernah mengetahui tindakan pelecehan yang dilakukan Epstein terhadap para korban. Ia juga menegaskan tidak pernah terlibat dalam bentuk apa pun.
“Saya tidak pernah menjadi bagian dari itu. Saya tidak pernah naik pesawat Epstein, dan tidak pernah mengunjungi pulau pribadinya,” katanya.
Sementara itu, lebih dari selusin penyintas Epstein juga merilis pernyataan pada hari yang sama. Mereka menegaskan bahwa selama ini para korban sudah menunjukkan keberanian luar biasa dengan melapor dan memberikan kesaksian.
“Meminta lebih banyak lagi dari mereka sekarang bukanlah keadilan, melainkan pengalihan tanggung jawab,” bunyi pernyataan tersebut.
Mereka juga menilai seruan Melania justru memindahkan beban ke para korban, dalam situasi yang dinilai masih melindungi pihak-pihak berkuasa.