Bursa Asia Tancap Gas Usai Trump Tunda Serangan ke Iran, Kospi Pimpin Kenaikan

Ilustrasi ekonomi dan investasi.
Ilustrasi ekonomi dan investasi.

Trump mengatakan, gencatan senjata selama dua minggu ini bergantung terhadap keputusan Iran untuk membuka Selat Hormuz. "Langkah itu tergantung pada persetujuan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara lengkap, segera dan aman," tulis Trump di Truth Social.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunggah cuitan di X yang mengatasnamakan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengatakan bahwa angkatan bersenjata Teheran akan menghentikan operasi pertahanan. Araghchi menambahkan, pembukaan Selat Hormuz akan dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata Iran selama dua minggu ke depan.

Selat Hormuz, Iran

Melansir CNBC Internasional, indeks Kospi di Korea Selatan melesat 5,99 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menguat hampir 5 persen. 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melambung 1,79 persen. Indeks Topix turut membukukan kenaikan signifikan sebesar 1,69 persen. 

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melonjak 2,8 persen. Kontrak berjangka Indeks Hang Seng berada di 25.233 dibandingkan penutupan terakhirnya di 25.116,53.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bursa AS, Wall Street, ditutup beragam pada sesi perdagangan semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 85,42 poin atau 0,18 persen ke area 46.584,46.

Indeks S&P 500 menguat tipis 0,08 persen menjadi 6.616,85. Begitu juga, Nasdaq Composite naik 0,10 persen ke level  22.017,85.