Trump 'Galau' Mau Perpanjang Waktu Diplomasi atau Serang Infrastruktur Iran Besar‑besaran?

Presiden AS Donald Trump dalam Press Conference, Senin 6 April
Presiden AS Donald Trump dalam Press Conference, Senin 6 April

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mempertimbangkan apakah akan memperluas serangan militer ke Iran dengan menargetkan infrastruktur penting, atau memberi waktu lebih untuk negosiasi. Informasi ini disampaikan seorang pejabat AS dan dilaporkan media Axios pada Selasa, 7 April 2026.

Laporan itu menyebutkan bahwa Trump sempat mengancam akan menargetkan jembatan dan pembangkit listrik dalam tenggat waktu yang ditentukan, dan keputusannya kemungkinan diumumkan Selasa malam, menurut pejabat AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika presiden melihat kesepakatan mulai terbentuk, kemungkinan dia akan menahan diri. Tapi keputusan itu hanya ada pada dia sendiri,” kata laporan tersebut, mengutip seorang pejabat senior pemerintahan dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa 7 April 2026.

Sementara itu, seorang pejabat pertahanan kepada Axios mengatakan mereka skeptis bahwa akan ada perpanjangan tenggat kali ini.

Axios melaporkan bahwa Trump mengambil sikap lebih keras dibanding beberapa penasihatnya, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Tim negosiasinya, termasuk Wakil Presiden JD Vance, menilai Trump sebaiknya mencoba mencapai kesepakatan sekarang jika memungkinkan, menurut laporan itu. Sementara itu, pemimpin regional, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta beberapa sekutu AS, menentang gencatan senjata tanpa konsesi signifikan dari Iran.

Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada Axios bahwa Iran mengirim respons 10 poin atas proposal gencatan perang, yang digambarkan sebagai ’maksimalis’ dan masih belum jelas apakah respons itu memungkinkan solusi diplomatik berjalan.

Proposal gencatan senjata itu, menurut sumber Pakistan, mencakup penghentian segera permusuhan, pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan jendela waktu dua hingga tiga minggu untuk menyelesaikan kesepakatan yang lebih luas, dan pertemuan tatap muka berikutnya di Islamabad. Namun, Teheran menegaskan tidak bisa dipaksa untuk berdialog melalui ancaman tenggat waktu tersebut, tambah sumber itu.

Menurut media Iran, Teheran menolak proposal gencatan sementara itu dan menyampaikan versi mereka sendiri, termasuk penghentian perang secara permanen, penghentian penuh permusuhan, protokol navigasi aman melalui Selat Hormuz, serta rekonstruksi dan pencabutan sanksi.

Trump menyebut kesepakatan masih mungkin tercapai, tetapi memperingatkan skenario di mana infrastruktur Iran bisa “hancur total” jika negosiasi gagal, demikian laporan Axios.

Pada Senin, Trump mengklaim bahwa pasukan Amerika bisa menghancurkan seluruh negara Iran hanya dalam satu malam.

“Seluruh negara bisa dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok (Selasa),” ujar Trump kepada wartawan.

Ia juga menegaskan tenggat waktunya untuk Iran, memperingatkan bahwa pada Selasa malam pukul 8 malam (sekitar Rabu 07.00 WIB), setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran akan dihancurkan jika kesepakatan tidak tercapai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketegangan regional di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang sejauh ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer AS, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan.