Bursa Asia Menguat Usai Ultimatum Trump ke Iran Soal Selat Hormuz
Bursa Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin, 6 April 2026. Kenaikan setelah pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah serta pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Penguatan terjadi di tengah liburnya sebagian besar pasar Asia karena perayaan hari besar keagamaan dan festival regional. Investor memanfaatkan momentum untuk merespons dinamika geopolitik yang masih memanas.
Melansir CNBC Internasional, indeks utama Jepang, Nikkei 225, melonjak 0,62 persen. Indeks Topix naik 0,23 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,8 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham=saham berkapitalisasi kecil naik 0,98 persen.
Sentimen pasar dipicu oleh pernyataan terbaru Trump yang kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran. Dalam pernyataannya pada Minggu waktu setempat, Trump mengancam akan menyerang fasilitas listrik dan infrastruktur sipil Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz.
Presiden AS, Donald Trump
Trump menegaskan ultimatum tersebut dengan nada keras. Ia bahkan menyebut akan membawa “neraka” bagi Iran setelah pasukan AS berhasil menyelamatkan seorang penerbang Amerika di wilayah Iran pekan lalu.
Ia juga menetapkan tenggat waktu baru bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS. Gedung Putih kemudian mengonfirmasi bahwa waktu tersebut merupakan tenggat terbaru bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
"Batas waktu Selasa pukul 20.00 waktu Timur,” tulis Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Trump juga dijadwalkan menggelar konferensi pers bersama militer di Oval Office pada Senin siang waktu setempat. Ini semakin meningkatkan perhatian pelaku pasar global.
Di sisi lain, Iran menolak ultimatum tersebut. Pemerintah Teheran menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka sepenuhnya setelah kerusakan akibat perang mendapatkan kompensasi bahkan Iran dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap target ekonomi dan infrastruktur di kawasan Teluk, termasuk markas minyak Kuwait.