Jet Tempur F-15 AS Jatuh Ditembak Iran, Trump Dibully

Presiden AS Donald Trump nampak tertidur saat rapat kabinet
Presiden AS Donald Trump nampak tertidur saat rapat kabinet

 Kurang dari 48 jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan kepada warga Amerika bahwa militer AS telah "mengalahkan dan benar-benar menghancurkan Iran," Teheran pada Jumat, 3 April 2026, berhasil menembak jatuh jet tempur F-15E milik Angkatan Udara AS, yang memicu pengerahan pasukan AS yang berisiko tinggi untuk menyelamatkan dua anggota militer dari wilayah Iran.

Serangan Iran terhadap F-15E pada hari Jumat adalah pertama kalinya dalam beberapa dekade jet tempur AS ditembak jatuh oleh tembakan musuh. Salah satu awak pesawat berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih hilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baik AS maupun Iran sama-sama tengah mencari keberadaan pilot F-15E. Kantor Berita Fars mengatakan bahwa militer Teheran telah meluncurkan pencarian pilot pesawat tempur AS yang jatuh di wilayah Iran. Mereka juga menawarkan hadiah untuk penangkapan pilot AS.

"Warga terhormat dan terkasih di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, jika Anda menangkap pilot musuh hidup-hidup dan menyerahkannya kepada polisi dan pasukan militer, Anda akan menerima hadiah dan bonus yang berharga," kata seorang reporter televisi Iran.

Jet Tempur AS F-15E Strike Eagle

Selain menjatuhkan F-15E, militer Iran juga mengklaim menembak jatuh pesawat tempur A-10 Thunderbolt tepat setelah meninggalkan wilayah Iran dengan piot berhasil melontarkan diri dengan selamat di wilayah udara Kuwait, menurut seorang pejabat AS. 

Beberapa personil pasukan AS juga dilaporkan cedera ringan setelah dua helikopter Blackhawk ditembaki militer Iran.

Ejek Trump

Media Iran pada hari Jumat menerbitkan foto-foto bersamaan dengan klaim dari Korps Garda Revolusi Islam bahwa mereka telah menembak jatuh F-15E. Ketua parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf kemudian mengejek Trump dalam sebuah unggahan di X.

"Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang tanpa strategi yang brilian yang mereka mulai ini sekarang telah diturunkan dari ‘perubahan rezim’ menjadi ‘Hei! Bisakah seseorang menemukan pilot kami? Tolong?’ Wow. Kemajuan yang luar biasa. Benar-benar jenius.” Satu anggota militer masih hilang.

Insiden jatuhnya jet tempur AS setelah ditembak Iran menyoroti tantangan yang semakin besar yang dihadapi Trump saat perang memasuki bulan kedua. Trump dalam beberapa pernyataan mengklaim kampanye kesuksesan militer AS dalam aksi pengeboman harian dan narasi kemenangan masa perangnya, namun Iran tetap memiliki kemampuan militer yang cukup untuk menimbulkan kerusakan yang cukup besar pada anggota militer AS dan sekutu serta aset Amerika di Timur Tengah.

"Mereka tidak memiliki peralatan anti-pesawat," klaim Trump tentang Iran dalam pidatonya minggu ini. "Radar mereka 100% hancur. Kita tak terhentikan sebagai kekuatan militer."

Seorang komandan militer senior Iran mengatakan pasukan negara itu "memburu" pesawat Amerika menggunakan metode dan peralatan baru. Komentarnya muncul ketika dua jet militer AS ditembak jatuh pada hari yang sama.

Brigadir Jenderal Alireza Elhami, komandan Pangkalan Pertahanan Udara Gabungan Iran, mengatakan hilangnya pesawat AS adalah "hasil dari taktik, penggunaan peralatan modern, dan inovasi dalam sistem pertahanan udara (Iran)," lapor kantor berita IRNA yang berafiliasi dengan negara. Elhami tidak menjelaskan lebih lanjut tentang inovasi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini telah menyebabkan kebingungan dan kekacauan bagi musuh," katanya.

F-15 adalah pesawat berawak AS pertama yang diketahui ditembak jatuh di atas Iran selama konflik tersebut.