Trump Berencana Tambah 10.000 Pasukan Darat untuk Perang Lawan Iran
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mempertimbangkan untuk menambah pasukan AS di Timur Tengah dalam perang melawan Iran.
Laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber-sumber di Departemen Pertahanan AS menjelaskan, mereka tengah mengkaji opsi untuk mengirim hingga 10.000 prajurit darat tambahan ke kawasan itu, guna memberikan lebih banyak opsi militer kepada presiden.
Langkah itu diambil di tengah kemungkinan pembicaraan damai dengan Iran. Nantinya, pasukan tambahan itu akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja.
VIVA Militer: Batch Bendera Amerika Serikat di Seragam Tentara AS
Mereka juga akan diperkuat oleh sekitar 5.000 marinir dan beberapa ribu prajurit penerjun payung, yang telah menerima perintah penempatan ke Timur Tengah.
Namun, sampai saat ini masih belum jelas ke wilayah mana pasukan tersebut akan ditempatkan.
Laporan yang sama menyebut, pasukan tambahan kemungkinan akan ditempatkan di sekitar Iran dan Pulau Kharg.
Diketahui, pada 28 Februari 2026 AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya menyatakan serangan "pencegahan" itu diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun, belakangan mereka menegaskan keinginan melihat perubahan kekuasaan di negara itu. (Ant).