Harga Emas Pulih Usai Iran Bantah Lakukan Diskusi dengan Trump

Ilustrasi Emas
Ilustrasi Emas

Melansir Investing, harga emas di pasar tercatat memangkas penurunan menjadi 1,7 persen menjadi US$4.408,33 atau sekitar Rp 74,71 juta (estimasi kurs Rp 16.950 per dolar AS) per ons pada pukul 15.53 ET. Sebelumnya harga emas terpantau anjlok hingga 8,2 persen pada awal sesi perdagangan. 

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 3,6 persen menjadi US$4.444,81 per ons. Sementara itu, logam mulia lain bergerak bervariasi di mana Platinum tercatat turun 5,2 persen menjadi US$1.868,15 per ons sedangkan perak menguat 1,9 persen ke level US$69,07 per ons.

Ilustrasi Emas dan Perak

Pemulihan harga emas merupakan respons pasar pernyataan Trump yang mengklaim telah melakukan diskusi secara baik dan produktif dengan Iran. Ia menyebut telah menunda rencana serangan militer terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari.

“Berdasarkan suasana dan nada pembicaraan ini, yang akan berlanjut sepanjang pekan, saya telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari,” ujar Trump.

Namun, klaim Trump ini langsung dibantah oleh pihak Iran. Media pemerintah Iran menegaskan, tidak ada pembicaraan langsung dengan AS, baik secara terbuka maupun tertutup. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran turut memberikan pernyataan tegas posisi negaranya tidak berubah, termasuk terkait Selat Hormuz dan syarat penghentian konflik. Situasi yang saling bertolak belakang ini membuat pasar keuangan global bergerak fluktuatif. 

Investor sempat melihat peluang de-eskalasi konflik. Namun ketidakpastian yang masih tinggi membuat pergerakan harga emas tetap terbatas.

Trump tetap optimis terkait peluang kesepakatan damai. “Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat, sangat kuat. Kita lihat ke mana arahnya. Kami memiliki banyak kesepakatan penting. Menurut saa, diskusi berjalan dengan sangat baik,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka. “Kami memiliki peluang yang sangat serius untuk mencapai kesepakatan. Itu tidak menjamin apa pun… tetapi ada kemungkinan nyata,” katanya.

Meski berhasil pulih, harga emas masih berada di bawah tekanan akibat ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. Sejak awal perang AS-Israel dan Iran, harga emas dunia telah mengalami koreksi sebesar 15,4 persen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, sesi perdagangan logam mulia pada Jumat, 20 Maret 2026, dicatatkan sebagai kinerja mingguan terburuk sejak minggu pertama bulan Maret 1983. Penurunan harga emas batangan sebagian disebabkan oleh aksi jual para investor guna menutupi kerugian di tempat lain dalam portofolio investasi. 

"Sejak konflik dimulai, melonjaknya harga energi telah mengurangi prospek penurunan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve AS dan bank sentral lainnya. Ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil," jelas Kepala Divisi Logam di Britannia Global Markets, Neil Welsh.