Senegal Rilis Jersey Piala Dunia 2026 Minus Satu Bintang di Atas Logo
Tim nasional Senegal baru-baru ini merilis jersey anyar yang akan digunakan untuk bertanding di Piala Dunia 2026.
Jersey keluaran aparel Puma itu masih kental dengan nuansa bendera Senegal dengan warna dominan hijau plus aksen kuning dan merah.
Sorotan tertuju kepada bagian logo karena tampak hanya ada satu bintang yang tertera, bukannya dua mengacu kepada jumlah gelar Piala Afrika milik Senegal.
Sontak hal ini langsung dikaitkan dengan polemik yang terjadi, yakni pencabutan gelar juara Piala Afrika 2026 secara kontroversial oleh CAF.
Namun, Federasi Sepak bola Senegal (FSF) buru-buru membantah dan membuat pernyataan resmi tentang jersey Piala Dunia 2026.
FSF menyebut produksi jersey anyar oleh Puma sudah dilakukan sejak Agustus 2025 atau sebelum Senegal menjuarai Piala Afrika 2026.
"Produksi sudah dimulai sebelum Piala Afrika 2026. Tenggat dan kendala industri membuat proses itu tidak bisa dihentikan," begitu pernyataan resmi FSF.
Tetap Produksi Jersey 2 Bintang
Lebih lanjut, FSF memastikan bahwa jersey Senegal dengan dua bintang di atas logo tetap diproduksi dan dijadwalkan tersedia pada September mendatang.
Pernyataan FSF sekaligus menegaskan sikap Senegal yang masih yakin bisa membatalkan keputusan CAF mencabut gelar juara mereka lewat jalur banding.
Sebelumnya, Senegal mengunci gelar juara Piala Afrika 2026 berkat kemenangan 1-0 atas Maroko di final pada Januari lalu.
Para pemain Senegal dan Maroko berhadapan dalam sebuah insiden di laga final Piala Afrika 2025. Pertandingan Senegal vs Maroko berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.
Namun, dalam prosesnya para pemain dan pelatih sempat melakukan aksi mogok bermain sekitar 10 menit sebagai bentuk protes terhadap keputusan kontroversial wasit.
Senegal tidak terima wasit memberikan hadiah penalti kepada Maroko di menit akhir. Mereka berbondong-bondong meninggalkan lapangan.
Belakangan, bujukan kapten Sadio Mane Senegal akhirnya kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan. Mereka sukses mencetak gol dan mengalahkan Maroko 1-0.
Senegal Ajukan Banding
Berselang dua bulan kemudian, CAF menjatuhkan hukuman berat kepada Senegal berupa pencabutan gelar juara dan memberikannya kepada Maroko.
Dasarnya adalah aksi mogok dan meninggalkan lapangan selama 10 menit yang dilakukan oleh segenap pemain Senegal, sehingga dianggap WO.
FSF menyatakan keputusan itu tidak adil dan berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS).
Pemerintah Senegal juga mendorong investigasi terkait dugaan korupsi di tubuh CAF dan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang