Timnas Iran Bersiap Lakukan Pemusatan Latihan Jelang Piala Dunia 2026
Timnas Iran masih melanjutkan persiapan, mengingat tidak ada niatan untuk menarik diri dari gelaran Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Timnas Iran mulai melakukan pemusatan latihan untuk berlaga di Piala Dunia 2026, seiring kabar pemindahan lokasi pertandingan dari Amerika Serikat.
Sebelumnya, Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj mengungkap bahwa Iran tidak akan bermain di Amerika Serikat dan berusaha memindahkan tempat pertandingan ke Meksiko.
Perang Amerika Serikat- Israel ke Iran belakangan membuat rencana pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang sedianya akan berlangsung mulai 11 Juni sampai dengan 19 Juli 2026 terganggu.
Pasalnya, timnas Iran yang menjadi negara kedua di Asia yang lolos ke Piala Dunia 2026 sempat mempertimbangkan mundur usai konflik dengan Amerika Serikat.
Nama Timnas Iran terpampang di panggung saat acara drawing pembagian fase grup Piala Dunia 2026 di Washington, Amerika Serikat, pada 5 Desember 2025.
Pemusatan Latihan Timnas Iran
Timnas Iran sedianya akan menjalani tiga laga penyisihan grup G, dengan laga pertama menghadapi Selandia Baru di Los Angeles, Amerika Serikat.
Sebagai langkah persiapan untuk menghadapi Piala Dunia 2026, Iran akan menggelar pemusatan latihan di Antalya, Turkiye dan menyelenggarakan dua pertandingan ujicoba.
Tim Melli akan menghadapi Nigeria pada (27/3/2026) sebelum kemudian melawan Costa Rica empat hari kemudian dalam pertandingan undangan empat negara.
Sebelumnya, pertandingan tersebut sempat direncanakan untuk digelar di Yordania, tetapi dipindah ke Turkiye karena imbas konflik di Timur Tengah.
“Tim nasional Iran sedang mengadakan kamp pelatihan di Turkiye, dan kami juga akan memainkan dua pertandingan persahabatan di sana,” kata Mehdi Taj.
“Kami akan memboikot Amerika, tetapi kami tidak akan memboikot Piala Dunia,"imbuhnya.
Soal persiapan Timnas Iran ini diungkap oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj kala menyambut kembalinya Timnas Wanita Iran.
Pilih Kasih Donald Trump ke Timnas Iran
Sebelumnya, delegasi Timnas Iran yang berada di Australia untuk berkompetisi di Piala Asia Wanita ditawari suaka oleh negara tuan rumah karena khawatir dengan keselamatan para pemain atas desakan Donald Trump.
Meskipun mendesak pemerintah Australia untuk memberikan suaka pada para pemain timnas Wanita Iran, Trump justru memberikan pernyataan berbeda untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Trump mengungkap bahwa meskipun Iran diizinkan untuk bermain di Piala Dunia 2026, Amerika Serikat tidak akan memberikan jaminan keamanan.
Namun, hingga saat ini, pembicaraan dengan federasi sepak bola Iran masih terus dilakukan, mengingat ajang Piala Dunia 2026 baru akan dilangsungkan pada Juni 2026.
Ben Busch, President FIFPRO untuk Asia Pasifik mengungkap bahwa FIFA seharusnya bisa menjamin keamanan semua pihak yang berkompetisi di Piala Dunia 2026.
“FIFA memiliki tanggung jawab kelembagaan untuk melindungi hak asasi manusia,” kata warga Australia itu kepada Reuters.
“Yang terpenting adalah FIFA melakukan penilaian dampak hak asasi manusia yang benar-benar komprehensif, dan mereka menilai untuk memastikan bahwa setiap peserta di Piala Dunia, setiap pemain, setiap penggemar, dapat aman, dan bahwa setiap risiko diidentifikasi dan dimitigasi secara efektif," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang