Trump Panik, Kini Desak China dan NATO Kirim Kapal Perang Amankan Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump berupaya menggalang dukungan dari negara-negara lain untuk menyelesaikan krisis Selat Hormuz. Trump mendesak China dan NATO berperan dan ikut memberi bantuan dalam memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Trump mendesak Beijing untuk membantu mengatasi gangguan di Selat Hormuz, dan mengharapkan tindak lanjut segera dari Beijing atau ia dapat menunda pertemuan puncak yang direncanakan dengan pemimpin China Xi Jinping, April mendatang.
"Saya pikir China harus membantu juga, karena China mendapat 90 persen dari minyaknya melalui selat ini," kata Trump dalam wawancara bersama Financial Times. Ia lebih memilih untuk mengetahui posisi Beijing sebelum bertemu Xi akhir bulan ini.
Selain China, Trump juga sempat meminta Inggris, Prancis, Jepang, Korea Selatan, hingga sejumlah negara lainnya untuk mengirim kapal perang mereka ke Selat Hormuz.
Trump mengklaim bahwa AS menerima "beberapa tanggapan positif" setelah menghubungi negara-negara untuk meminta bantuan dalam mengamankan Selat Hormuz yang vital, tetapi menambahkan beberapa negara "lebih memilih untuk tidak terlibat." Ia menolak menyebutkan negara-negara yang dihubungi pemerintahannya.
Ancam NATO
Selain China, Trump juga mendesak NATO ikut mengirimkan bantuan kapal perang dalam memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Trump memperingatkan NATO menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika sekutu AS gagal membantu mengatasi krisis Selat Hormuz.
"Sangatlah tepat jika orang-orang yang mendapat manfaat dari selat tersebut membantu memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," katanya, menambahkan bahwa "jika tidak ada tanggapan atau jika tanggapannya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO."
Trump sebelumnya menyerukan kepada negara-negara pengimpor minyak yang pengirimannya melalui Selat Hormuz, untuk menjamin keamanan jalur tersebut.
Bahkan, Trump tak segan untuk menjanjikan bantuan dan koordinasi dari Amerika Serikat bagi negara-negara pengimpor minyak tersebut.
"Negara-negara di dunia yang memperoleh minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut dan kami akan membantu, banyak!" kata Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.
Dia juga berjanji bahwa Washington akan berkoordinasi dengan negara-negara tersebut, agar semuanya berjalan dengan cepat, lancar, dan baik.
Ini seharusnya selalu menjadi upaya tim dan kini akan menjadi demikian. Ini akan menyatukan dunia menuju harmoni, keamanan, dan perdamaian abadi," tulis Trump dalam unggahan tersebut.
Pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2025 lalu, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Kemudian, Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika di Timur Tengah.
Selat Hormuz merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mencakup sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair.