Balasan 'Nyelekit' Menlu Araghchi Usai Trump Klaim Iran Mau Damai: Kami Tak Pernah Minta Perundingan

Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi
Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Minggu mengatakan bahwa pihaknya tidak melihat alasan apa pun untuk berbicara dengan Amerika. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump mengklaim Iran sedang mencari kesepakatan untuk mengakhiri perang antara kedua negara.

“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami juga tidak pernah meminta perundingan,” kata Araghchi dalam wawancara di acara Face the Nation with Margaret Brennan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika perang memasuki minggu ketiga, Trump dalam beberapa hari terakhir berulang kali menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan. Dalam unggahannya di Truth Social pada Jumat malam, Trump bahkan menulis bahwa Iran benar-benar kalah dan ingin membuat kesepakatan tetapi bukan kesepakatan yang akan dia terima.

Pada Sabtu, ia juga mengatakan kepada NBC News bahwa Iran ingin membuat kesepakatan, tetapi dia belum ingin melakukannya karena syarat-syarat kesepakatan tersebut belum cukup baik.

Namun Araghchi menegaskan bahwa Iran siap mempertahankan diri selama apa pun diperlukan.

“Itulah yang kami lakukan sejauh ini, dan kami akan terus melakukannya sampai Presiden Trump menyadari bahwa ini adalah perang ilegal yang tidak akan menghasilkan kemenangan. Ada orang-orang yang terbunuh hanya karena Presiden Trump ingin bersenang-senang. Ini adalah perang pilihan yang dimulai oleh Presiden Trump dan Amerika Serikat, dan kami akan terus membela diri,” kata dia seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Senin 16 Maret 2026.

Menteri luar negeri Iran itu juga membantah anggapan bahwa konflik ini merupakan perang demi kelangsungan hidup pemerintah Iran. Menurutnya, negaranya cukup stabil dan cukup kuat.

Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak melihat alasan untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat, sambil mengingatkan bahwa pembicaraan sebenarnya sedang berlangsung sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan awal terhadap Iran pada akhir bulan lalu.

“Kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami, dan itu terjadi untuk kedua kalinya. Pengalaman berbicara dengan Amerika tidak pernah baik. Kami sedang berdialog, lalu mengapa mereka memutuskan menyerang? Jadi apa gunanya jika kami kembali berbicara lagi?,” kata menlu Iran.

Sebelum serangan tersebut terjadi, tim negosiator Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner memang tengah melakukan pembicaraan dengan Iran. Dalam perundingan itu, Araghchi mengatakan Iran sempat menawarkan untuk mengencerkan uranium yang telah diperkaya sebagai apa yang ia sebut sebagai ‘konsesi besar’ guna membuktikan bahwa Iran tidak pernah ingin memiliki senjata nuklir dan tidak akan menginginkannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika ditanya oleh Margaret Brennan apakah tawaran tersebut masih berlaku, Araghchi menjawab bahwa saat ini tidak ada apa pun yang sedang dibahas.

“Semuanya tergantung pada masa depan. Jika suatu saat nanti kami memutuskan untuk kembali bernegosiasi dengan Amerika Serikat atau pihak lain, barulah kami akan menentukan apa yang akan diajukan. Untuk saat ini, tidak ada apa pun di atas meja,” katanya.