IHSG Kembali Dibuka Anjlok 292 Poin atau 3,52 Persen dan Diprediksi Terus Melemah

IHSG
IHSG

IHSG dibuka kembali anjlok 292 poin atau 3,52 persen di level 8.027 pada pembukaan perdagangan Kamis, 29 Januari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut melemah pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi masih melanjutkan pelemahan hari ini, efek dari pengumuman MSCI kemarin dengan target koreksi di sekitar 8.050-8.100. Kalau kuat di area tersebut, IHSG potensi rebound kembali," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 29 Januari 2026.

Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)

Bursa saham Asia-Pasifik sebagian besar naik pada Rabu kemarin, seiring penguatan Wall Street AS. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,05 persen dan Topix melemah 0,79 persen.

Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,69 persen dan Kosdaq melesat 4,70 persen. Seiring pengumuman dari Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan akan menaikkan tarif impor terhadap negara tersebut menjadi 25 persen.

Hal tersebut menyusul tertundanya finalisasi kesepakatan dagang dari Seoul dan Washington. Namun, sentimen kemudian membaik setelah kantor kepresidenan menyatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait rencana kenaikan tarif tersebut.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,09 persen, seiring CPI Australia naik sebesar 3,6 persen (yoy) pada bulan Desember 2025, setelah kenaikan 3,5 persen usai direvisi dari sebelumnya 3,4 persen.

Sementara itu, CPI MoM naik 1,0 persen pada Desemver 2025, naik dari 0 persen sebelumnya dan di atas perkiraan 0,7 persen. Di sisi lain, Hang Seng Index bertambah 2,58 persen.

"Support IHSG berada di level 8.050-8.100 sementara resist IHSG di rentang 8.350-8.400," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas menguat pada Perdagangan Rabu kemarin, dimana S&P 500 sempat menembus level 7.000 untuk pertama kalinya. Pergerakan terjadi setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan.

Indeks S&P 500 turun tipis 0,01 persen. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02 persen dan Nasdaq Composite menguat 0,17 persen. The Fed menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75 persen.