Rupiah Melemah Dibayangi Ekspektasi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.646 per Kamis, 4 Desember 2025. Posisi rupiah itu melemah 14 dari kurs sebelumnya di level Rp 16.632 pada perdagangan Rabu, 3 Desember 2025.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 5Desember 2025 hingga pukul 09.21 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.665 per dolar AS. Posisi itu menguat 12 poin atau 0,07 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16. per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen internal yang memengaruhi pergerakan rupiah di antaranya adalah ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang melambat pada tahun depan.
“Para ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai kisaran 5–5,1 persen, dan mencapai 5,2 persen pada 2026. Proyeksi tersebut lebih rendah dari target dalam Asumsi Ekonomi Makro APBN 2025 sebesar 5,2 persen, "kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat, 5 Desember 2025.
Dari sisi fiskal, realisasi belanja pemerintah perlu terus diakselerasi sesuai dengan outlook fiskal yang disampaikan pemerintah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025.
Ibrahim memperhitungkan, apabila pemerintah ingin mencapai outlook belanja fiskal APBN, dalam sisa dua bulan terakhir 2025 perlu direalisasikan belanja sebesar Rp 934 triliun. Besaran belanja tersebut dinilai akan berkontribusi signifikan terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut.
Sementara itu, pada kuartal IV-2025 pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih akseleratif atau tumbuh 5,08 persen, naik dari kuartal sebelumnya sebesar 5,04 persen, didorong terutama oleh periode Natal dan Tahun Baru.
“Namun dinamika ekonomi global masih diwarnai fluktuasi mulai dari kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) hingga perlambatan permintaan dunia,” ujar Ibrahim.
Dia menambahkan, data awal telah mengindikasikan perbaikan yang konsisten, tercermin dari Purchasing Manufacturing Index (PMI) meningkat ke 53,3, sementara indeks keyakinan konsumen mencapai titik tertinggi dalam lima bulan. Namun data tersebut tidak cukup kuat membuat rupiah perkasa.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.650 - Rp 16.690," ujarnya.