Parlemen AS Surati FIFA, Protes Skema Harga Tiket Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Gianni Infantino, Piala Dunia 2026, FIFA, Kanada, Meksiko, Parlemen AS Surati FIFA, Protes Skema Harga Tiket Piala Dunia 2026

Gelaran sepak bola paling bergengsi sejagat, Piala Dunia 2026, kini tinggal menyisakan waktu 90 hari sebelum peluit pertama dibunyikan.

Namun, di tengah persiapan yang semakin intens, gelombang protes justru datang dari puluhan anggota Parlemen Amerika Serikat yang melayangkan surat resmi kepada otoritas sepak bola tertinggi dunia terkait kebijakan harga tiket yang dinilai tidak wajar.

Para anggota Parlemen Amerika Serikat tersebut menyatakan keberatan mereka terhadap mekanisme penetapan harga yang dianggap sangat membebani para penggemar.

Mereka menyoroti skema harga dinamis yang diterapkan oleh organisasi pimpinan Gianni Infantino, di mana nilai tiket dapat melonjak drastis sewaktu-waktu tergantung pada tingginya permintaan pasar.

Penetapan harga secara dinamis ini memicu kekhawatiran serius mengenai aksesibilitas bagi penonton untuk menyaksikan turnamen akbar tersebut.

Dalam surat keberatannya, pihak parlemen menegaskan bahwa lonjakan minat publik seharusnya tidak dijadikan alasan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari para suporter.

"Tingginya permintaan tiket Piala Dunia 2026 seharusnya tidak menjadi lampu hijau untuk praktik penentuan harga yang tidak wajar," demikian bunyi petikan surat tersebut sebagaimana dikutip dari laporan RNZ.

Ketegangan ini muncul karena FIFA dianggap tidak transparan dalam menjaga keadilan harga bagi seluruh lapisan penonton.

Meskipun ada upaya untuk menyediakan kategori tiket murah, implementasinya di lapangan dinilai masih jauh dari prinsip inklusivitas bagi penggemar sepak bola secara umum.

Polemik Kategori Tiket Murah

Sejatinya, federasi telah memperkenalkan kategori "Supporter Entry Tier" sejak Desember 2025 sebagai solusi untuk menyediakan tiket dengan harga terjangkau.

Dalam pernyataan resminya, pihak penyelenggara menyebutkan bahwa kebijakan ini berlaku untuk seluruh rangkaian pertandingan di tiga negara tuan rumah.

"Tiket yang baru diperkenalkan akan tersedia dengan harga tetap 60 dolar AS per lembar untuk setiap laga dari 104 pertandingan, termasuk final," tulis pernyataan resmi tersebut.

Amerika Serikat, Gianni Infantino, Piala Dunia 2026, FIFA, Kanada, Meksiko, Parlemen AS Surati FIFA, Protes Skema Harga Tiket Piala Dunia 2026

Gianni Infantino, Donald Trump, Claudia Scheinbaum, dan Mark Carney dalam agenda drawing Piala Dunia 2026 digelar di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB.

Namun, tiket seharga Rp 1 juta tersebut nyatanya hanya dialokasikan khusus bagi suporter dari negara-negara yang lolos kualifikasi.

Tiket ini didistribusikan melalui federasi masing-masing negara peserta untuk pendukung yang melakukan perjalanan ke Kanada, Meksiko, maupun wilayah AS.

Kondisi ini membuat penonton netral harus merogoh kocek lebih dalam karena hanya mendapatkan alokasi harga normal yang nilainya jauh lebih tinggi.

Rincian Harga Tiket Berdasarkan Kategori

Berdasarkan laporan Sport Illustrated, harga tiket normal dibagi ke dalam empat kategori utama yang ditentukan oleh letak tribune dan fase pertandingan.

Berikut adalah estimasi daftar harga tiket yang akan berlaku:

620 dolar AS (setara Rp 1,01-10,4 juta)

Babak 32 Besar: 105 - 665 dolar AS (setara Rp 1,77-11,2 juta)

Babak 16 Besar: 170 - 890 dolar AS (setara Rp 2,8-15 juta)

Perempat Final: 275 - 1.690 dolar AS (setara Rp 4,6-28,5 juta)

Semifinal: 420 - 2.780 dolar AS (setara Rp 7,1-47 juta)

Perebutan Tempat Ketiga: 165 - 1.000 dolar AS (setara Rp 2,7-16,9 juta)

Final: 2.030 - 6.730 dolar AS (setara Rp 34,3-113,8 juta)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang