Top 6+ Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Ilustrasi berdoa.
Ilustrasi berdoa.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam memiliki kewajiban menunaikan zakat fitrah sebagai bagian dari penyempurna ibadah puasa Ramadhan. Zakat ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial kepada sesama, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri. 

Dalam pelaksanaannya, zakat fitrah disertai dengan niat yang menjadi bagian penting dari ibadah tersebut. Bacaan niat biasanya disesuaikan dengan pihak yang diwakilkan, baik untuk diri sendiri, pasangan, anak, maupun seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. Kewajiban ini berlaku bagi mereka yang masih hidup saat sebagian bulan Ramadhan dan menjumpai awal bulan Syawal.

Zakat fitrah dikenakan kepada orang yang memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya Idul Fitri. Dengan menunaikan zakat ini, umat Islam diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Secara umum, besaran zakat fitrah yang dikeluarkan setara dengan sekitar 2,7 kilogram atau 3,5 liter beras atau makanan pokok lainnya untuk setiap jiwa. Pembayarannya dapat dilakukan sendiri maupun diwakilkan oleh kepala keluarga atau wali yang bertanggung jawab atas anggota keluarga tersebut.

Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap

Merangkum dari situs Baznas, berikut bacaan niat zakat fitrah sesuai dengan peruntukannya.

1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an nafsi fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jamii ma yalzimuniy nafaqatuhum syaran fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku.”

6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an (….) fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Doa Setelah Menunaikan Zakat Fitrah

Selain membaca niat, terdapat pula doa yang biasa dibaca setelah menunaikan zakat fitrah. Doa ini berisi harapan agar zakat yang diberikan diterima serta membawa keberkahan bagi pemberinya.

“Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.”

Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menunaikan zakat fitrah bukan sekadar kewajiban tahunan menjelang Idul Fitri. Lebih dari itu, zakat menjadi sarana untuk membersihkan diri dari kekurangan selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Selain itu, zakat fitrah juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan agar semua orang dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.