International Women’s Day 2026, Saatnya Perempuan Berhenti Sejenak dan Peduli pada Diri Sendiri

Ilustrasi perempuan menikmati me time
Ilustrasi perempuan menikmati me time

Setiap tahun, peringatan International Women’s Day selalu menjadi momen penting untuk merenungkan peran dan tantangan yang dihadapi perempuan di seluruh dunia. Tahun 2026, tema global “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls” kembali menekankan pentingnya hak perempuan, keadilan, dan aksi nyata untuk perubahan. 

Di tengah kemajuan ini, realitas kehidupan perempuan modern tetap penuh tuntutan. Mulai dari mlembangun karier, menopang keluarga, dan memenuhi berbagai ekspektasi sosial, yang seringkali mengorbankan kebutuhan diri sendiri. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data menunjukkan, perempuan mengalami tekanan emosional yang tinggi. Menurut riset Katadata (2025), 60,3 persen perempuan mengalami emosi yang tidak stabil. Kemudian, laporan Ipsos 2024 menyebut banyak perempuan yang mengalami stress hingga membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. 

Dr. Gabor Mate, MD, trauma expert asal Kanada, bahkan mengungkap bahwa sekitar 80 persen penderita penyakit autoimun adalah perempuan karena kerap memendam emosi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya perempuan mengambil waktu untuk diri sendiri, menyeimbangkan emosi, dan merawat kesehatan mental.

Menanggapi tantangan tersebut, Novya Nasrati, Founder & CEO Elegance Creative Media, menghadirkan inisiatif sederhana 'Me Time: A Day With Myself.' “Aku melihat begitu banyak lapisan tantangan yang dihadapi perempuan hari ini, seolah tidak ada habisnya," ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Jumat, 6 Maret 2026.

Salah satu contohnya saja, ketika perempuan menikah namun pernikahannya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Lalu, ketika pernikahan sudah selesai muncul lagi label sosial ‘janda’ yang seringkali sarat dengan penilaian negatif. 

"Seakan-akan kegagalan pernikahan selalu harus ditanggung oleh perempuan. Belum lagi jika ada anak yang harus dibesarkan dengan penuh kasih dan tanggung jawab. Kenyataan ini membuatku merasa sedih melihat betapa kompleks dan serba salah posisi perempuan saat ini," ungkapnya. 

"Padahal, perempuan juga berhak merasa tenang, percaya diri, dicintai dan dihargai, bukan hanya atas apa yang mereka lakukan untuk orang lain, tetapi juga atas siapa mereka sebenarnya,” sambung Novya.

Inisiatif Me Time yang dibawa Novya hadir sebagai ruang aman bagi perempuan untuk berhenti sejenak dari rutinitas, terhubung dengan diri sendiri, dan merayakan kesehatan emosional. Program ini memiliki tiga pilar utama: Self Love, Self Recharge, dan Self Celebration. 

Melalui berbagai diskusi, kegiatan, dan program, Me Time mendukung perempuan untuk tumbuh secara personal maupun profesional, sekaligus memperkuat jejaring sosial dengan perempuan lain dari berbagai latar belakang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momentum International Women’s Day 2026 mengingatkan bahwa perempuan yang sehat, bahagia, dan percaya diri mampu membawa dampak positif tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga, komunitas, dan generasi mendatang. 

“Sudah saatnya perempuan berhenti sejenak, menarik napas, dan kembali pada dirinya sendiri. Karena perempuan yang bahagia, sehat dan merasa aman akan melahirkan dunia yang lebih baik,” tutup Novya.