Niat Puasa Ramadhan 1 Bulan Penuh dan Harian: Bacaan Arab, Latin, Arti hingga Penjelasan Lengkapnya

Niat Puasa Ramadhan 1 Bulan Penuh dan Harian: Bacaan Arab, Latin, Arti hingga Penjelasan Lengkapnya, Apa Pentingnya Niat dalam Puasa?, Bagaimana Pendapat Mazhab Syafi’i?, Bagaimana Pendapat Mazhab Maliki?, Bagaimana Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh?

Penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah kembali menghadirkan perbedaan waktu di Indonesia. Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dan Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.

Di tengah perbedaan tersebut, umat Islam tetap memiliki kewajiban yang sama, yakni menjalankan ibadah puasa dengan memenuhi rukun-rukunnya. Salah satu rukun paling mendasar adalah niat.

Apa Pentingnya Niat dalam Puasa?

Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), niat merupakan rukun yang wajib dilakukan setiap Muslim yang hendak berpuasa. Tanpa niat, ibadah puasa dianggap tidak sah.

Tata cara niat pada puasa wajib dan puasa sunah memiliki perbedaan, terutama pada waktunya:

  • Puasa wajib (Ramadhan, qada, dan nazar) harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar
  • Puasa sunah boleh diniatkan pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa

Ketentuan ini menunjukkan bahwa niat bukan sekadar formalitas, tetapi bagian inti yang menentukan sah atau tidaknya ibadah.

Bagaimana Pendapat Mazhab Syafi’i?

Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa harus dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan. Artinya, seorang Muslim wajib memperbarui niat setiap hari.

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya Hasyiyatul Iqna’ menjelaskan:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.”

Pendapat ini banyak diikuti umat Islam di Indonesia, khususnya kalangan pesantren yang berafiliasi pada mazhab Syafi’i.

Bagaimana Pendapat Mazhab Maliki?

Niat Puasa Ramadhan 1 Bulan Penuh dan Harian: Bacaan Arab, Latin, Arti hingga Penjelasan Lengkapnya, Apa Pentingnya Niat dalam Puasa?, Bagaimana Pendapat Mazhab Syafi’i?, Bagaimana Pendapat Mazhab Maliki?, Bagaimana Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh?

Bacaan niat puasa Ramadhan sehari.

Berbeda dengan Mazhab Syafi’i, Mazhab Maliki membolehkan niat untuk satu bulan penuh sekaligus pada malam pertama Ramadhan.

Alasannya, puasa Ramadhan dipandang sebagai satu kesatuan ibadah yang berkesinambungan. Hal ini sebagaimana dijelaskan Yusuf Al-Qaradlawi dalam Fiqh al-Shiyam.

Dengan demikian, seseorang tidak perlu memperbarui niat setiap hari selama tidak ada hal yang memutus ibadah puasa, seperti sakit berat atau safar panjang.

Bagaimana Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh?

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan satu bulan penuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.

Bagi penganut Mazhab Syafi’i, niat puasa diucapkan setiap malam sebelum fajar:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.

Perbedaan pendapat di antara mazhab merupakan hal yang wajar dalam khazanah fikih Islam. Umat dapat memilih pendapat yang diyakini paling sesuai selama memiliki dasar ilmiah yang jelas.

Yang terpenting, ibadah puasa tetap dilaksanakan dengan kesadaran, keikhlasan, dan memenuhi rukun serta syaratnya.

Dengan memahami niat secara benar, umat Islam dapat menjalankan Ramadhan dengan lebih tenang tanpa kebingungan terhadap perbedaan praktik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang