Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah
Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Selain identik dengan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, 10 hari pertama bulan ini juga dikenal sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, sedekah, hingga menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah.
Pada 2026, awal Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Itu artinya, umat Muslim sudah bisa mulai mempersiapkan diri menjalankan puasa sunnah sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puasa ini terdiri dari puasa Dzulhijjah biasa, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Mengutip dari NU Online, Minggu, 17 Mei 2026, kutamaan amal pada 10 hari pertama Dzulhijjah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هٰذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
Artinya: “Tidak ada hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab: ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”
Hadits tersebut menunjukkan betapa besarnya keutamaan ibadah pada awal bulan Dzulhijjah. Bahkan, amal saleh pada hari-hari itu disebut lebih utama dibanding jihad, kecuali jihad yang membuat seseorang gugur syahid.
Ibnu Hajar dalam kitab Fath al-Bârî menjelaskan bahwa keistimewaan 10 hari pertama Dzulhijjah terjadi karena pada masa itu berkumpul berbagai ibadah utama seperti shalat, puasa, sedekah, dan haji.
Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah
Puasa sunnah Dzulhijjah dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Sementara tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa Arafah.
Bagi umat Islam yang sedang berhaji, puasa Tarwiyah dan Arafah tidak dianjurkan karena mereka lebih diutamakan memperbanyak doa dan menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Sementara itu, bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan menggabungkan niat qadha dengan puasa sunnah Dzulhijjah.
Niat Puasa Dzulhijjah
Berikut bacaan niat puasa sunnah Dzulhijjah yang bisa diamalkan:
1. Niat puasa tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”
2. Niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
3. Niat puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”
Karena termasuk puasa sunnah, niat puasa Dzulhijjah juga diperbolehkan dilakukan pada pagi atau siang hari sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Puasa pada awal Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah pahala yang dilipatgandakan. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Trmidzi).
Selain itu, puasa Arafah juga dikenal memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa selama dua tahun.
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).
Keutamaan lainnya adalah Allah SWT membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari api neraka pada Hari Arafah.
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: "Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).
Sementara untuk puasa Tarwiyah, terdapat hadits yang menyebutkan:
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).
Dengan begitu banyak keutamaan yang dijanjikan, puasa Dzulhijjah menjadi salah satu amalan sunnah yang sayang untuk dilewatkan. Selain mendatangkan pahala besar, ibadah ini juga menjadi momentum meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang Hari Raya Idul Adha.