Top 5+ Manfaat Berbicara pada Diri Sendiri bagi Kesehatan Mental

kesehatan mental, 5 Manfaat Berbicara pada Diri Sendiri bagi Kesehatan Mental, 1. Meningkatkan harga diri, 2. Membantu regulasi emosi, 3. Mempererat hubungan sosial, 4. Menumbuhkan selera humor, 5. Mendorong rasa ingin tahu

Berbicara pada diri sendiri dengan lantang, baik di rumah maupun tempat umum, sering dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang aneh.

Padahal, rutinitas ini terbukti memiliki beragam manfaat untuk membantu kita mengendalikan emosi secara lebih baik.

Seiring bertambahnya usia, caramu berkomunikasi dengan diri sendiri sangat memengaruhi rasa harga diri, motivasi, hingga cara bersosialisasi dengan orang lain di setiap fase kehidupan.

Praktisi kesehatan mental Grace Lautman, LMHC, menjelaskan pentingnya merutinkan kebiasaan ini untuk mendukung proses pemulihan internal.

"Saya merekomendasikan jenis pembicaraan pada diri sendiri ini kepada siapa saja yang merasa bahwa mereka lebih berbelas kasih kepada orang lain daripada kepada diri mereka sendiri," tutur dia, melansir Real Simple, Jumat (29/5/2026).

Ragam manfaat berbicara pada diri sendiri

1. Meningkatkan harga diri

Praktik berdialog ini membantu meyakinkan otak bahwa kamu memegang kendali penuh atas arah hidup.

Kepercayaan ini merupakan faktor penting dalam membangun harga diri yang kokoh dan membantu menyaring opini negatif dari luar.

"Ketika kamu berbicara keras kepada diri sendiri, kamu 'mengasuh' kembali bagian-bagian dari diri yang tidak mendapat kesempatan untuk mengembangkan harga diri yang lebih membumi," jelas Lautman.

2. Membantu regulasi emosi

Tanpa memandang usia, setiap orang pasti rentan kehilangan kendali emosi saat menghadapi masalah. Menemukan satu kalimat penenang yang diucapkan secara lantang bisa menjadi solusi cepat untuk meredam kepanikan.

"Dengan membicarakan berbagai hal dengan diri sendiri, kita sebenarnya dapat memberikan keamanan pada sistem saraf kita," papar Lautman.

"Misalnya, jika kamu merasa sangat buruk tentang suatu kesalahan atau masalah dalam hidupmu, tetapi kamu berkata pada diri sendiri, 'Apa yang kamu rasakan masuk akal. Itu manusiawi', hal itu bisa sangat terasa tidak terlalu menakutkan," sambung dia.

3. Mempererat hubungan sosial

Perasaan terhadap diri sendiri akan berbanding lurus dengan cara kamu memperlakukan orang lain.

Ambil jeda untuk mengevaluasi perasaan sebelum memberi respons terbukti ampuh meningkatkan kualitas komunikasi dan menekan amarah.

"Saat kamu berbicara dengan lantang pada diri sendiri, kamu menjadi lebih sadar akan apa yang terjadi, dan kamu cenderung tidak terus menyalahkan orang lain," ujar Lautman.

"Menanggapi emosi kita sendiri memungkinkan kita untuk berkomunikasi lebih jelas dan baik dengan orang lain," sambung dia.

4. Menumbuhkan selera humor

Bagi mereka yang kerap bergulat dengan pikiran mengganggu, menghadapi obrolan internal dengan cara yang ringan dapat memberikan kelegaan luar biasa. Perlu diingat bahwa tidak semua pikiran negatif harus ditanggapi dengan serius.

Konselor pernikahan dan keluarga Saba H. Lurie menyebut bahwa kebiasaan ini bisa menjadi ruang aman untuk menertawakan kehidupan.

"Berbicara pada diri sendiri memungkinkanmu untuk menertawakan pikiran, kesalahan, atau kebiasaan aneh kamu sendiri," ucap dia.

Ditambah lagi, ada beragam manfaat dari humor. Kelegaan saat dihadapkan pada sesuatu yang lucu dapat membantu menghilangkan stres, mengubah perspektif, dan melunakkan momen sulit.

5. Mendorong rasa ingin tahu

Secara tidak sadar, orang dewasa sering kali mulai kehilangan rasa ingin tahunya karena terbiasa menjalani rutinitas. Pancing kembali antusiasme tersebut dengan mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri sendiri atau membaca lantang jurnal harian.

Sebab, berbicara pada diri sendiri menciptakan ruang untuk pertanyaan. Selain itu, mendekatkan diri pada rasa ingin tahu dapat mengarah pada kesadaran dan pemahaman diri yang lebih dalam.

"Apa yang banyak dari kita butuhkan adalah suara yang lebih berbelas kasih yang menawarkan perhatian, dorongan, pemahaman, dan akuntabilitas yang jujur," jelas Lurie.

"Menumbuhkan dukungan internal semacam itu dapat membantu kita untuk berkembang dengan cara yang sehat tanpa rasa malu atau penghindaran," imbuh dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang