Mantan Pejabat FIFA Ungkap Sanksi yang Bisa Diterima Iran Akibat Boikot Piala Dunia 2026
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali dalam pernyataanya pada Rabu (11/3/2026) mengatakan jika Timnas Iran tidak akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Mengutip laporan Reuters, Ahmad Donyamali menyatakan keputusan Iran memboikot Piala Dunia 2026 berkaitan dengan serangan udara bersama yang dilancarkan Israel ke wilayah negaranya.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, setelah kantornya di Teheran menjadi sasaran serangan udara.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer milik Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah Timur Tengah, yang memicu kekacauan serta meningkatkan ancaman keamanan di kawasan.
Timnas Iran sejatinya akan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Seluruh laga fase grup mereka dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, dengan dua pertandingan digelar di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.
Ancaman Keselamatan Timnas Iran
Ahmad Donyamali menegaskan jika Iran dengan tegas menolak untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes atas serangan yang terjadi.
"Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kita, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," kata Donyamali kepada televisi pemerintah.
Selain itu, keberangkatan pemain Timnas Iran ke Amerika Serikat juga penuh risiko karena tidak ada jaminan keamanan.
anak kita (Timnas Iran) tidak aman dan pada dasarnya, kondisi untuk berpartisipasi seperti itu tidak ada," sambungnya.
"Mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memicu dua perang terhadap kami selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta memartir ribuan rakyat kami."
"Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran seperti itu," jelasnya.
Pemain timnas Iran berfoto jelang pertandingan Grup B Piala Dunia 2022 melawan Wales di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar, Jumat (25/11/2022).
Iran Terancam Sanksi Serius
Mantan Direktur Regulasi Sepak Bola di FIFA, James Kitching, mengungkapkan bagaimana Iran kemungkinan besar akan mendapat sanksi jika secara resmi menarik diri dari Piala Dunia FIFA 2026.
Berbicara kepada Reuters, Kitching mengatakan jika FIFA memiliki kewenangan untuk memberikan hukuman kepada Iran imbas aksi boikot tersebut.
"Tidak ada preseden modern untuk ini dan, menurut peraturan turnamen FIFA sendiri, mereka memiliki wewenang penuh untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan jika sebuah tim mengundurkan diri."
"Artinya, misalnya, tim yang mengundurkan diri tidak perlu digantikan oleh tim dari konfederasi yang sama, atau bahkan tidak perlu digantikan sama sekali. Apakah salah satu dari skenario tersebut dapat diterima secara politis adalah pertanyaan yang berbeda."
"Peraturan turnamen juga memberikan sanksi disiplin bagi federasi mana pun yang timnya mengundurkan diri. Namun, jika Iran mengundurkan diri karena alasan apa pun yang terkait dengan konflik saat ini, saya ragu FIFA akan menjatuhkan sanksi apa pun mengingat keadaan tersebut," kata Kitching dikutip dari Sportbible.
Meski belum ada kejelasan tentang hukuman berat, Iran sudah dipastikan merugi dari segi finansial jika mundur dari Piala Dunia.
Menurut peraturan Piala Dunia FIFA 2026, setiap Asosiasi Anggota Peserta yang menarik diri dari Piala Dunia FIFA 2026 selambat-lambatnya 30 hari sebelum pertandingan pertama kompetisi final akan didenda setidaknya CHF 250.000 (Rp5,3 miliar) oleh Komite Disiplin FIFA.
Sementara Asosiasi Anggota Peserta yang menarik diri dari Piala Dunia FIFA 2026 kurang dari 30 hari sebelum pertandingan pertama kompetisi final akan didenda setidaknya CHF 500.000 (Rp10,7 miliar) oleh Komite Disiplin FIFA.
Asosiasi Anggota Peserta yang menarik diri dari Piala Dunia FIFA 2026 juga akan diwajibkan untuk mengembalikan uang persiapan tim serta pembayaran kontribusi terkait turnamen lainnya yang mereka terima dari FIFA.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang