Benarkah Nutrisi Telur Omega 3 Lebih Banyak Dibanding Telur Biasa?

Benarkah Nutrisi Telur Omega 3 Lebih Banyak Dibanding Telur Biasa?

Seperti namanya, telur omega 3 mengandung lebih banyak asam lemak omega 3 dibandingkan telur biasa.

Omega 3 merupakan jenis asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan jantung, fungsi otak, mata, sampai mengurangi peradangan.

Bila dilihat dari luar atau bagian cangkang, telur omega 3 tidak berbeda dengan telur biasa.

Namun, begitu cangkangnya dipecahkan, bagian kuning telur omega 3 berwarna oranye kemerahan, bukan kuning terang layaknya telur ayam biasa.

Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS., dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB, menjelaskan bahwa komponen pada kuning telur biasa adalah protein, lemak, vitamin, dan mineral yang tinggi.

“Lemak itu komponen terkecilnya asam lemak. Asam lemak ada yang jahat, ada yang baik. Asam lemak yang baik salah satunya omega 3,” kata Niken, seperti dikutip , Selasa (10/3/2026).

“Itu asam lemak baik yang diperlukan tubuh. Dulu telur hanya sebagai sumber protein hewani. Tapi sekarang itu dijadikan pangan fungsional dengan menghasilkan telur yang punya nutrien tertentu yang dibutuhkan tubuh, misalnya omega 3 ini,” sambungnya.

Tingginya kadar omega 3 pada telur ini diperoleh dengan cara memberi pakan tinggi kandungan omega 3 pada ayam penghasil telur.

Tujuannya supaya kandungan omega 3 yang terdapat dalam pakan ayam, bisa terserap oleh telur.

Manfaat mengonsumsi telur omega 3

Benarkah Nutrisi Telur Omega 3 Lebih Banyak Dibanding Telur Biasa?

Ilustrasi telur ayam.

Keunggulan telur omega 3 terletak pada kandungan omega 3 yang lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Dengan demikian, tubuh bisa memperoleh lebih banyak asam lemak omega 3 saat mengonsumsi telur ini.

Niken menuturkan, jika seseorang mengonsumsi banyak telur biasa, maka kuning telurnya yang tinggi akan lemak kolesterol bisa berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Berbeda bila orang tersebut mengonsumsi telur omega 3. Kandungan lemak jahat atau kolesterol pada kuning telur omega 3 sudah tergeser oleh kandungan lemak omega 3 yang sangat tinggi.

“Kalau omega 3 itu asam lemak yang jahat tergeser, lebih banyak yang bagusnya (asam lemak). Makanya disebut pangan fungsional,” ujarnya.

Dikutip dari Healthline, asam lemak omega 3 juga dapat membantu mengurangi kadar trigliserida dalam darah, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.


Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi telur yang diperkaya omega 3 dapat secara efektif membantu menurunkan trigliserida dalam darah.

Trigliserida merupakan jenis lemak paling umum dalam darah yang berfungsi sebagai cadangan energi utama.

Lemak ini disimpan di sel lemak dan dilepaskan saat tubuh membutuhkan bahan bakar, namun kadar lemak yang tinggi berisiko menyebabkan penyakit jantung hingga stroke.

Dalam sebuah studi kecil pada 2020 yang melibatkan 20 peserta, ditemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi dua butir telur omega 3 setiap hari selama lima minggu, berhasil mengurangi trigliserida sebesar 10 persen.

Namun demikian, penelitian dengan kelompok peserta yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikan manfaat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang