Momen Trump 'Diruwat' Puluhan Rohaniawan, Didoakan Agar AS Menang Lawan Iran
Sejumlah pemimpin Evangelis berkumpul di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis, 5 Maret 2026, dalam sebuah acara tahunan -- untuk mendoakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta memohon keberhasilan bagi AS dalam perang melawan Iran.
Acara doa yang juga disertai sesi foto tersebut diorganisir oleh Paula White-Cain, kepala Kantor Keimanan Gedung Putih sekaligus penginjil televisi yang dikenal luas karena metode penggalangan dana yang kerap menuai kontroversi.
Sebuah video yang dirilis Gedung Putih dan dibagikan di media sosial pada Kamis, memperlihatkan sekitar 20 orang berdiri mengelilingi Trump yang duduk di belakang Meja Resolute. Beberapa diantaranya memegang pundak Trump sembari membacakan doa.
Tidak semua peserta dalam lingkaran doa itu dapat diidentifikasi, namun beberapa tokoh yang terlihat di antaranya adalah Robert Jeffress dari First Baptist Church of Dallas, Ralph Reed dari Faith and Freedom Coalition, serta Gary Bauer dari Family Research Council.
Doa dipimpin secara lisan oleh Tom Mullins dari Palm Beach Gardens, Florida. Ia merupakan pendiri sekaligus pastor Christ Fellowship, gereja multi-lokasi dengan sekitar 30.000 jemaat yang beribadah di 15 kampus di kawasan Florida Selatan.
Dalam doanya kepada Tuhan atas nama Trump, Mullins berkata: "Saya berdoa memohon rahmat dan perlindungan-Mu atas dirinya. Saya berdoa memohon rahmat dan perlindungan-Mu atas pasukan kita dan semua pria dan wanita yang bertugas di angkatan bersenjata kita. Dan Bapa, kami hanya berdoa agar Engkau terus memberikan kekuatan yang dibutuhkan presiden kami untuk memimpin bangsa kita saat kita kembali menjadi satu bangsa di bawah Tuhan."
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Texas sekaligus pemimpin Gereja Mercy Culture di Fort Worth, Nate Schatzline, juga hadir dalam acara tersebut. Ia kemudian menuliskan pengalamannya di platform X.
"Suatu kehormatan untuk berdoa bagi Presiden @realdonaldtrump di Ruang Oval hari ini saat para pemimpin agama dari seluruh Amerika berkomitmen untuk memobilisasi Gereja untuk membawa Kebangkitan & Reformasi ke Amerika! Presiden Trump telah berbuat lebih banyak untuk komunitas iman, untuk janin yang belum lahir, untuk generasi berikutnya, & untuk kebebasan beragama daripada Presiden mana pun dalam sejarah AS! Kami mendukung Anda, Presiden Trump!"
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada White atas kepemimpinannya.
"Ia juga berterima kasih kepada White ‘karena dengan setia memimpin Kantor Keagamaan Gedung Putih dan memperjuangkan kebebasan beragama setiap hari!’"
Sementara itu, Ralph Reed dari Faith and Freedom Coalition menyebut sesi doa tersebut sebagai bentuk dukungan spiritual bagi pasukan AS yang melakukan serangan terhadap Iran.
"Saya bersyukur kepada Presiden Trump atas keputusan berani beliau untuk menyerang rezim teroris di Iran. Saya merasa terhormat untuk berdoa bagi beliau dan angkatan bersenjata kita di Gedung Putih. Semoga Tuhan memberikan kemenangan dan kebebasan bagi rakyat Iran."
Tokoh lain yang hadir adalah Samuel Rodriguez, presiden National Hispanic Christian Leadership Conference. Ia juga mengunggah pernyataan di X tentang momen tersebut.
"Saya mendapat kehormatan untuk bergabung dengan sekelompok pemimpin agama di Ruang Oval untuk berdoa bersama dan untuk presiden Amerika Serikat selama momen tanggung jawab yang signifikan bagi bangsa kita dan dunia. … Kami berdoa untuk kebijaksanaan, perlindungan, dan bimbingan Tuhan saat beliau memimpin selama momen penting dalam urusan global."
"Yang membuat momen itu sangat bermakna adalah konteks di mana hal itu terjadi. Saat presiden terus menjabat sebagai panglima tertinggi selama Operasi Epic Fury, dengan pasukan AS menargetkan infrastruktur dan kemampuan rudal Rezim Iran, Ruang Oval dibuka untuk doa." Bahkan di tengah konflik global dan tanggung jawab yang sangat besar, kita berhenti sejenak untuk mencari hikmat dan perlindungan Tuhan. Kepemimpinan di tingkat tertinggi membutuhkan kerendahan hati, kebijaksanaan, dan ketergantungan kepada Tuhan.
"Kami berdoa untuk presiden, untuk Amerika Serikat, untuk personel militer kita, dan untuk perdamaian melalui kekuatan di saat kritis ini. Momen seperti ini menjadi pengingat yang kuat bahwa iman masih memiliki tempat di ruang kepemimpinan tertinggi dan bahwa doa tetap menjadi salah satu tindakan paling bermakna yang dapat kita berikan atas nama bangsa kita."
Ibadah doa tersebut berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan menominasikan Senator Oklahoma, Markwayne Mullin, sebagai penggantinya. Beberapa laporan menyebut pemicu terakhir pemecatan itu adalah kesaksian Noem di hadapan komite Kongres yang dinilai berjalan sangat buruk.
Mullin sendiri dikenal sebagai penganut Pentakosta yang taat dan memiliki kedekatan dengan basis pemilih evangelis Trump.
Pada Sabtu, 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa warga sipil.
Televisi Iran mengumumkan pemimpin tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan teraebut. Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.