Materazzi Bongkar Ucapan Zidane Sebelum Insiden Tandukan di Final Piala Dunia 2006

Timnas Italia, Piala Dunia 2006, Zinedine Zidane, Materazzi Bongkar Ucapan Zidane Sebelum Insiden Tandukan di Final Piala Dunia 2006

Momen antara Marco Materazzi dan Zinedine Zidane pada final Piala Dunia 2006 masih sering dibahas hingga kini.

Insiden tersebut terjadi saat laga antara Timnas Italia vs Timnas Perancis di partai puncak Piala Dunia 2006.

Pada pertandingan itu, Zinedine Zidane mendapat kartu merah setelah menanduk Materazzi.

Peristiwa tersebut terjadi pada babak perpanjangan waktu dan menjadi laga terakhir dalam karier penyerang asal Perancis itu.

Dalam wawancara bersama Vivo Azzurro, Materazzi mengingat kembali situasi sebelum insiden terjadi.

Ia menjelaskan percakapan singkat dengan Zidane beberapa saat sebelum tandukan tersebut.

Materazzi menyebut dialog itu bermula saat dirinya sempat memegang jersey Zidane ketika situasi bola mati terjadi di area pertahanan Italia.

Percakapan Singkat Sebelum Insiden

Materazzi menceritakan kondisi lapangan sebelum insiden berlangsung.

Ia mengatakan situasi bermula setelah penyelamatan penting dari kiper Italia, Gianluigi Buffon, terhadap sundulan Zidane.

“Ketika Buffon melakukan penyelamatan atas sundulan Zidane, Gattuso ingin membunuhku karena aku tidak menjaganya,” kata Materazzi, dilansir dari Football Italia, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada saat itu dirinya sebenarnya sedang mengawal pemain Perancis lain, David Trezeguet.

“Sebenarnya, saya sedang menjaga Trezeguet, tetapi dalam situasi tertentu, lebih baik tidak berdebat dengan Rino tentang apa yang telah terjadi,” imbuh mantan bek Inter Milan itu.

Timnas Italia, Piala Dunia 2006, Zinedine Zidane, Materazzi Bongkar Ucapan Zidane Sebelum Insiden Tandukan di Final Piala Dunia 2006

Zinedine Zidane berjalan tertunduk meninggalkan lapangan usai diganjar kartu merah dalam laga Italia vs Perancis pada final Piala Dunia 2006 di Stadion Olympia, Berlin, pada 9 Juli 2006. Zidane diusir wasit usai menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi.

Materazzi kemudian menggambarkan momen ketika dirinya sempat menarik jersey Zidane. Ia mengaku sudah meminta maaf sebelum percakapan berlanjut.

“Tak lama kemudian, dalam situasi serupa, saya memegang bajunya (Zidane) sebentar. Saya ingin memastikan dia tidak bisa melompat."

"Saya meminta maaf dua kali, lalu pada kali ketiga dia mengulangi ‘jika kau mau bajuku, aku akan memberikannya padamu nanti,’ saya membalasnya… tetapi tidak lebih dari hal-hal yang biasa kami katakan satu sama lain saat masih kecil ketika saya bermain di tepi pantai di Bari," terangnya.

Adu Penalti dan Gelar Keempat Italia

Pertandingan final Piala Dunia 2006 akhirnya ditentukan lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang hingga akhir perpanjangan waktu.

Dalam sesi tersebut, para pemain Italia berhasil menjalankan tugas dengan baik. Lima penendang dari Italia mampu mencetak gol.

Sebaliknya, Trezeguet gagal mencetak gol saat bola tendangannya membentur mistar. Hasil tersebut memastikan Italia memenangkan pertandingan dan meraih gelar keempat di Piala Dunia.

Materazzi juga menyebut beberapa rekan setim sempat ragu maju sebagai penendang penalti. Dua nama yang disebut adalah Gennaro Gattuso dan Vincenzo Iaquinta.

Sepanjang karier internasionalnya, Materazzi tampil dalam 41 pertandingan bersama Italia. Ia mencetak dua gol, dan keduanya terjadi selama turnamen Piala Dunia 2006.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang