Usai Iran, Trump Sebut Kuba Jadi Target Berikutnya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Trump mengatakan pemerintahannya saat ini fokus menggempur wilayah-wilayah strategi di Iran. Setelah itu, ia akan mengarahkan kekuatan ke Kuba.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami ingin memperbaiki (Kuba) setelah selesaikan yang ini dulu (Iran). Itu hanya soal waktu sebelum banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba, semoga tidak untuk menetap,” ujar Trump dikutip dari CNBC Internasional pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Deklarasi Trump menunjukkan sikap pemerintah AS yang sedang mempertimbangkan langkah kebijakan luar negeri besar setelah kurang dari sepekan meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah. Trump juga berbicara kepada para tamu yang banyak berasal dari komunitas Kuba di Miami.

Kepulan Asap Pasca Serangan ke Iran

“Kami ingin kalian (komunitas Kuba di Miami) kembali. Kami tidak ingin membuat keadaan menjadi terlalu nyaman sehingga mereka tetap tinggal," kata Trump. 

Trump juga memaparkan perkembangan perang di Iran dan mengklaim militer AS bersama Israel terus berupaya menghancurkan musuh sepenuhnya. Ia juga memuji Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang telah bekerja sangat baik dalam berbagai isu kebijakan luar negeri.

"Anda (Rubio) telah melakukan pekerjaan luar biasa di sebuah tempat bernama Kuba,” kata Trump yang langsung disambut riuh tepuk tangan tamu yang hadir.

Komentar terbaru Trump mengenai Kuba muncul setelah sejumlah sekutunya memberi sinyal serupa. Salah satunya Senator AS dari Partai Republik, Lindsey Graham, bahkan sebelumnya mengatakan bahwa Kuba menjadi target berikutnya setelah serangan terhadap Iran mereda.

Dalam wawancara terpisah dengan awak media AS pada Kamis pagi, 5 Maret 2026, Trump memprediksi perubahan besar di Kuba jika rezim Iran runtuh.

“Kuba juga akan jatuh," ucap Trump.

Trump menyampaikan bahwa pemerintahannya telah menekan ekonomi Kuba dengan memutus pasokan minyak dari Venezuela yang selama ini menjadi pemasok utama energi bagi negara tersebut. Dengan begitu, Trump bermaksud memaksa Kuba untuk ke meja perundingan. 

“Kami memotong semua minyak, semua uang, kami memotong semuanya yang datang dari Venezuela, yang merupakan satu-satunya sumber mereka. Dan sekarang mereka ingin membuat kesepakatan,” lanjut Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, pihaknya sudah mulai melakukan komunikasi dengan Kuba.

“Kami sedang berbicara dengan Kuba. Sudah 50 tahun orang mendengar tentang Kuba, Kuba, Kuba. Itu salah satu yang kecil bagi saya," pungkas Trump.