Piala Dunia 2026 Hadirkan Terobosan, FIFA Izinkan Iklan di Tengah Laga
FIFA akan mengizinkan pemegang hak siar menayangkan iklan selama “hydration break” atau jeda hidrasi yang akan membagi setiap babak pertandingan pada Piala Dunia 2026.
The Athletic mengungkapkan bahwa FIFA memperbolehkan pihak penyiar memotong tayangan pertandingan untuk menampilkan iklan selama jeda tersebut.
FIFA sebelumnya mengumumkan pada Desember bahwa Piala Dunia 2026 akan memperkenalkan jeda selama tiga menit di tengah setiap babak yang berdurasi 45 menit.
Kebijakan ini dipromosikan sebagai langkah untuk menjaga kondisi fisik para pemain di tengah suhu panas Amerika Serikat.
Meski demikian, FIFA menyatakan bahwa jeda tersebut akan diberlakukan di semua laga tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca atau suhu tertentu, dan akan diputuskan langsung oleh wasit di lapangan.
Iklan Bisa Tayang Selama Jeda Tiga Menit
Dalam diskusi dengan pihak eksekutif penyiaran, FIFA menjelaskan bahwa pemegang hak siar diperbolehkan beralih dari tayangan laga untuk menampilkan iklan, serupa dengan jeda iklan saat halftime atau timeout dalam olahraga seperti basket dan American football.
Namun, terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi.
Pedoman tertulis menyebutkan bahwa jeda iklan tidak boleh dimulai dalam 20 detik setelah wasit meniup peluit untuk menghentikan pertandingan.
Suasana drawing fase grup Piala Dunia 2026 yang bergulir di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat (5/12/2025)
Selain itu, siaran harus kembali ke tayangan pertandingan setidaknya 30 detik sebelum laga dimulai kembali.
Dengan aturan tersebut, pihak penyiar memiliki jendela sekitar dua menit 10 detik untuk menayangkan iklan.
Meski demikian, penyiar tidak diwajibkan untuk menampilkan iklan.
Mereka dapat memilih kembali ke studio untuk analisis pertandingan, tetap menayangkan gambar laga, atau menampilkan iklan dalam format layar terbagi.
Hak Eksklusif Sponsor FIFA
Jika iklan ditampilkan bersamaan dengan tayangan pertandingan, ruang iklan tersebut hanya boleh dijual kepada sponsor resmi FIFA.
Hal ini berkaitan dengan perlindungan hak eksklusivitas para sponsor utama turnamen.
Perusahaan seperti Coca-Cola, yang menginvestasikan ratusan juta dolar untuk kerjasama dengan Piala Dunia, memiliki kepentingan menjaga eksklusivitas tersebut.
Iklan yang muncul dalam format layar terbagi atau di atas tayangan pertandingan juga harus berasal dari mitra resmi FIFA.
Namun, jika penyiar memotong tayangan pertandingan sepenuhnya untuk menampilkan iklan layar penuh, mereka diperbolehkan menjual slot tersebut kepada pihak mana pun.
Model Komersial Baru di Sepak Bola
Kebijakan ini menandai wilayah baru bagi sepak bola internasional.
Pada masa lalu, Piala Dunia sebagian besar disiarkan oleh stasiun televisi publik, terutama di Eropa, yang sering kali tidak menayangkan iklan sama sekali.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, FIFA semakin banyak menjual hak siar kepada pihak swasta di berbagai negara.
Para penyiar swasta tersebut juga akan diperbolehkan menayangkan iklan selama jeda hidrasi.
Di stadion, FIFA tetap akan mengontrol branding jeda tersebut. Pada ajang Club World Cup yang digelar di Amerika Serikat tahun lalu, jeda hidrasi ditampilkan di papan video stadion sebagai “Powerade Hydration Break”.
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen sepak bola besar pertama yang secara konsisten menghentikan pertandingan di tengah babak selama tiga menit, sekaligus membuka peluang model komersialisasi baru dalam siaran sepak bola global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang