Marco Materazzi Yakin dengan Gattuso dan Timnas Italia di Kualifikasi Piala Dunia
Pemenang Piala Dunia 2006 bersama Timnas Italia, Marco Materazzi, menyatakan bahwa mantan rekannya di Azzurri, Gennaro Gattuso, akan berjuang mati-matian untuk membawa Italia lolos kualifikasi Piala Dunia.
Gennaro Gattuso akan menghadapi dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 nan sulit.
Timnas Italia akan menjamu Irlandia Utara dalam semifinal play-off Piala Dunia 2026 pada 26 Maret, dengan kemungkinan laga final melawan Wales atau Bosnia dan Herzegovina pada 31 Maret.
"Yang saya tahu adalah Rino (Gattuso) akan berjuang habis-habisan untuk membawa kita ke Piala Dunia," kata Materazzi kepada Vivo Azzurro.
"Dia telah mengambil peran paling sulit; kualifikasi langsung praktis sudah terancam. Dia berusaha menularkan semangatnya kepada tim."
"Kami tidak akan menghadapi tim fantastis, tetapi mereka akan menjadi lawan tangguh, dan kami harus memastikan para pemain tetap tenang."
"Kami harus berjuang keras. Saya yakin dia bekerja dengan profesionalisme tinggi, dan itulah yang paling penting untuk laga-laga sulit ini."
Kenangan Materazzi bersama Gattuso
Materazzi dan Gattuso sama-sama meraih gelar Piala Dunia dengan Azzurri pada 2006.
Namun, sejak saat itu Italia hanya tampil di Piala Dunia dua kali lagi, yaitu pada 2010 dan 2014, setelah Azzurri gagal lolos ke turnamen 2018 dan 2022.
Mantan pemain timnas Italia Marco Materazzi menunjukkan slip kertas Italia pada acara pengundian Playoff Eropa Piala Dunia FIFA 2026 di Markas Sepak Bola FIFA di Zurich pada 20 November 2025.
"Tim Azzurri yang legendaris pada tahun 2006 mengalahkan Perancis melalui adu penalti," kenang Materazzi, tersenyum.
Ia pun bercerita soal keadaan jelang babak adu ketangkasan dari titik putih tersebut.
"Saat itu, sudah ada orang seperti Rino (Gattuso) yang telah melepas sepatu mereka. Iaquinta berjalan-jalan jauh di sana. Fabio (Cannavaro) mengatakan dia akan mengambil penalti keenam, tetapi menurut saya, Buffon akan mengambilnya sebelum dia."
"Jadi, tidak banyak dari kita yang tersisa. Saya selalu mengambil penalti dan percaya diri, meskipun saya memiliki obsesi bahwa jika Anda mencetak gol selama pertandingan, Anda akan gagal penalti setelahnya."
"Ketika sampai pada titik itu, Anda tidak bisa mundur."
Kisah Soal Alessandro Nesta
Materazzi bukanlah starter yang ditunjuk di Piala Dunia tersebut, tetapi ia masuk ke dalam susunan pemain utama setelah Alessandro Nesta mengalami cedera.
"Dalam hal elegansi dan kecerdasan taktis, Nesta adalah yang terbaik bersama Maldini. Bermain di sampingnya, saya merasa sedikit terintimidasi," ujar Materazzi mengaku.
"Saya tidak bisa mengatakan hal sama tentang Cannavaro, karena saya merasa lebih dekat dengannya, dan kami terlihat seperti dua anak jalanan yang bermain di taman."
Ia pun mengutarakan bagaimana bek-bek zaman sekarang telah berubah, di tengah sepak bola yang juga telah berubah.
"Di zaman kami, hal pertama adalah menjaga dan tidak kebobolan gol; setiap orang melakukan tugasnya."
"Hari ini, seorang bek hampir harus tahu bagaimana mengolah bola dengan kakinya terlebih dahulu dan kemudian fokus pada marking agar tidak kehilangan lawan."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang