Wacana Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Hadiah Miliaran Rupiah Terancam Melayang
Timnas Iran akan mengalami kerugian besar dalam bentuk hadiah uang jika mereka memutuskan untuk mundur dari Piala Dunia 2026.
Rencana Timnas Iran untuk mundur dari Piala Dunia 2026 tak lain karena serangan militer skala besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu (28/2/2026) lalu.
Akibat serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara di kantornya, Teheran.
Sebagai bentuk serangan balasan, Iran menyasar pangkalan militer AS dan Israel di seluruh wilayah Timur Tengah yang mengakibatkan kekacauan dan ancaman keamanan serius.
Teror rudal Iran yang menyeberang wilayah Teluk membuat beberapa wilayah udara di kawasan tersebut ditutup.
Selain melepaskan serangan balasan, Iran juga mengisyartkan mundur dari Piala Dunia 2026 sebagai respons kekecewaan atas operasi militer AS dan Israel.
Rencana Mundur dari Piala Dunia 2026
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, membuat pernyataan yang mengejutkan terkait sikap negaranya atas serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat.
Ia memberi isyarat bahwa Iran kemungkinan tidak akan mengirimkan tim nasionalnya ke Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes atau boikot terhadap peristiwa yang menimpa negaranya.
"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para petinggi olahraga lah yang harus memutuskan hal itu," kata Mehdi Taj kepada Varzesh3.
Iran yang tergabung di Grup G dijadwalkan akan menghadapi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Pemain timnas Iran berfoto jelang pertandingan Grup B Piala Dunia 2022 melawan Wales di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar, Jumat (25/11/2022).
Menariknya, ketiga pertandingan Iran akan berlangsung di Amerika Serikat, di mana dua laga di Inglewood, California, dan satu di Seattle.
Sementara itu, Duta besar Iran untuk Kenya, Gholampour, juga menyoroti wacana batalanya keikutsertaan tim nasionalnya di Piala Dunia 2026.
Gholampour mengakui bahwa konflik tersebut dapat "membahayakan" partisipasi tim nasional.
“Kita tidak tahu persis apa yang akan terjadi dan, jika situasi ini berlanjut, itu juga akan membahayakan partisipasi tim nasional kita," jelasnya di konferensi pers di Nairobi.
Risiko Kerugian Finansial
FIFA sejauh ini belum memutuskan nasib Iran di Piala Dunia 2026. Beragam spekulasi langsung muncul termasuk sejumlah negara yang masuk kandidat pengganti.
Selain kehilangan kesempatan tampil di pesta sepak bola empat tahunan tersebut, Iran juga berpotensi kehilangan hadiah besar atas partisipasi mereka.
Menurut Associated Press yang dikutip dari Sportbible, jika Iran menarik diri dari Piala Dunia, mereka akan kehilangan setidaknya 10,5 juta dolar AS (Rp176 miliar) dalam bentuk hadiah uang.
Rinciannya yaitu 9 juta dolar (Rp151 miliar) hadiah uang yang dibayarkan kepada mereka yang tidak lolos dari babak penyisihan grup, dan 1,5 juta dolar AS (Rp25 miliar) untuk menutupi apa yang disebut sebagai 'biaya persiapan'.
Selain itu, denda sebesar 321.000 dolar AS (Rp5,4 miliar) juga dapat dikenakan jika Iran menarik diri kurang dari 30 hari sebelum dimulainya turnamen.
Denda tersebut juga bisa berlipat ganda menjadi 642.000 dolar AS (Rp10,8 miliar) jika keputusan tersebut dibuat lebih dari 30 hari sebelum dimulainya turnamen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang