FIFA Pusing Perang Amerika Iran Bisa Bikin Piala Dunia 2026 Berantakan
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai merembet ke panggung sepak bola dunia. Tim nasional Iran terancam gagal tampil di Piala Dunia 2026 menyusul eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Isu boikot mencuat setelah serangan militer gabungan AS–Israel ke wilayah Iran pada Sabtu 28 Februari 2026. Situasi kian memanas usai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Hosseini Khamenei, yang diikuti serangan balasan Iran berupa peluncuran rudal dan drone ke sejumlah negara tetangga, termasuk Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga pangkalan militer Inggris di Siprus.
Dampak konflik ini langsung terasa di dunia olahraga. Sejumlah agenda internasional dibatalkan, di antaranya penundaan Qatar Stars League serta pembatalan laga kriket antara England Lions melawan Pakistan Shaheens karena alasan keamanan.
Kini, sorotan mengarah pada peluang Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran Iran. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengakui ketidakpastian tersebut.
“Yang pasti, setelah serangan ini, kami tidak bisa menatap Piala Dunia dengan penuh harapan,” ujar Taj kepada media Varzesh3.
Iran sejatinya sudah memastikan tiket ke putaran final dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh laga Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, dua di Inglewood, California, dan satu di Seattle.
Namun, Duta Besar Iran untuk Kenya, Ali Gholampour, mengakui konflik yang berlarut-larut berpotensi menggagalkan partisipasi tim nasional.
“Kami belum tahu apa yang akan terjadi. Jika situasi ini terus berlanjut, maka keikutsertaan tim nasional kami bisa terancam,” ujar Gholampour dalam konferensi pers di Nairobi.
Situasi kian pelik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan ke Iran berpotensi berlanjut hingga empat pekan ke depan.
Jika Iran mundur atau dikeluarkan, FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menunjuk pengganti. Uni Emirat Arab disebut-sebut sebagai kandidat terkuat, sementara Irak juga berpeluang jika lolos dari jalur play-off antarkonfederasi.
Selain itu, FIFA juga membuka opsi pemindahan lokasi pertandingan Iran dari Amerika Serikat demi alasan keamanan. Namun, langkah tersebut diyakini akan memicu kekacauan logistik besar, mengingat persiapan turnamen sudah memasuki fase krusial dan melibatkan kepentingan sponsor serta pemegang hak siar.
Dengan waktu yang terus berjalan, nasib Iran di Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk. Dunia sepak bola pun menanti keputusan besar dari FIFA.