Bawa Senjata-Bahan Bakar, Ini Detik-detik Pria AS Ditembak Mati Saat Terobos Rumah Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Seorang pria bersenjata ditembak mati oleh Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) usai berupaya memasuki area kediaman Presiden AS, Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, Minggu, 22 Februari 2026 dini hari.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh juru bicara Dinas Rahasia Anthony Guglielmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Seorang pria bersenjata ditembak dan tewas oleh agen Dinas Rahasia AS dan Palm Beach County Sheriff's Office (Kantor Sheriff Palm Beach County/PBSO)) setelah secara tidak sah memasuki perimeter pengamanan di Mar-a-Lago pagi ini,” ujar Guglielmi di platform X, dikutip dari ANTARA, Senin, 23 Februari 2026.

Pria tersebut, yang disebut berusia 20-an tahun, terlihat di gerbang utara properti Mar-a-Lago dengan membawa senapan laras panjang dan sebuah jeriken bahan bakar, menurut pernyataan Dinas Rahasia. 

Ia kemudian dihadang dan ditembak mati oleh agen Dinas Rahasia serta seorang deputi kepolisian.

Tidak ada agen maupun petugas kepolisian yang terluka dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Sheriff Palm Beach County Ric Bradshaw dalam konferensi pers mengatakan tersangka, seorang pria kulit putih, ditembak mati setelah mengarahkan senapan ke petugas.

“Ia diperintahkan untuk menjatuhkan dua barang yang dibawanya. Ia meletakkan jeriken bensin dan mengangkat senapan ke posisi menembak. Saat itu, deputi dan dua agen Dinas Rahasia melepaskan tembakan dan melumpuhkan ancaman. Ia dinyatakan meninggal di lokasi kejadian,” kata Bradshaw.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sheriff menambahkan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) menjadi lembaga utama yang menangani penyelidikan kasus tersebut, dengan dukungan dari kepolisian Palm Beach.

Seorang pejabat lapangan FBI juga mengimbau warga setempat untuk memeriksa kamera keamanan mereka guna mencari rekaman yang dapat membantu penyelidikan.