Alasan Paus Leo XIV Tolak Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Donald Trump, Dewan Perdamaian, Alasan Paus Leo XIV Tolak Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Vatikan menyampaikan bahwa Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, menolak undangan bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

BoP merupakan badan internasional yang dibentuk oleh Donald Trump untuk memantau administrasi, stabilisasi, serta proses rehabilitasi di Gaza dan wilayah Palestina.

Undangan agar Vatikan menjadi anggota dewan tersebut dikirim langsung oleh Trump kepada Takhta Suci.

Alasan Paus Leo XIV Tolak Gabung Dewan Perdamaian

Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menjelaskan bahwa Paus memiliki sejumlah kekhawatiran terhadap inisiatif tersebut sehingga Vatikan tidak akan ikut serta.

“Bagi kami, ada beberapa isu penting yang perlu diselesaikan,” katanya, dikutip dari The Independent, Rabu (18/2/2026).

“Salah satu kekhawatiran adalah bahwa di tingkat internasional, PBB-lah yang seharusnya mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang telah kami tekankan," tambahnya.

Parolin menambahkan Paus menerima undangan tersebut pada Januari 2026, namun ajakan ini masih dipertimbangkan.

Ia juga menyebut permintaan bergabung bukan berupa kontribusi finansial karena Vatikan tidak berada dalam posisi untuk melakukannya.

Trump Sudah Ratifikasi Dewan Perdamaian Gaza

Sebelumnya, Trump menyatakan Dewan Perdamaian telah menjanjikan lebih dari 5 miliar dollar AS untuk membantu pembangunan kembali Gaza.

Piagam pembentukan lembaga itu diratifikasi secara resmi di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026 sehingga berstatus organisasi internasional.

Trump menjabat sebagai ketua dewan bersama sejumlah anggota pendiri dari berbagai negara yang berkomitmen menciptakan stabilitas dan pembangunan di wilayah Palestina, terkhusus Gaza.

“Dewan ini memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu badan paling berpengaruh yang pernah dibentuk, dan merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menjabat sebagai Ketuanya, ujar Trump dikutip dari laman resmi Gedung Putih pada 22 Januari 2026.

"Hari ini, langkah-langkah pertama menuju hari yang lebih cerah bagi Timur Tengah dan masa depan yang jauh lebih aman bagi dunia sedang berlangsung tepat di depan mata Anda," tambahnya.

Ia mengajak negara yang menjadi anggota Dewan Perdamaian untuk mengakhiri penderitaan yang selama beberapa dekade mendera rakyat Gaza dan Palestina.

Trump juga mendesak kebencian dan pertumpahan darah yang sudah terjadi selama beberapa generasi dihentikan.

"Menciptakan perdamaian yang indah, abadi, dan mulia bagi kawasan itu," tutur Trump.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang