Destinasi Wisata Religi di Ethiopia Jarang Dilirik, tapi Sarat Makna bagi Muslim Indonesia

Ilustrasi pemandangan kota
Ilustrasi pemandangan kota

 Di tengah tren wisata global yang semakin mengarah pada pengalaman autentik dan bermakna, Ethiopia perlahan muncul sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan Asia, termasuk Indonesia. Meski jumlah kunjungan masih relatif kecil dibandingkan wisatawan Afrika dan Eropa, minat masyarakat Indonesia terhadap Ethiopia menunjukkan peningkatan, terutama bagi mereka yang tertarik pada sejarah, spiritualitas, dan budaya.

Ethiopia bukan sekadar negara di Afrika Timur dengan lanskap alam yang memesona. Bagi umat Muslim, negeri ini memiliki makna yang sangat mendalam karena menjadi tempat hijrah pertama para sahabat Nabi Muhammad SAW. Nilai historis ini menjadikan Ethiopia sebagai destinasi wisata religi yang unik—bukan dalam konteks ibadah ritual semata, melainkan perjalanan menelusuri jejak awal peradaban Islam yang sarat nilai toleransi dan kemanusiaan.

Ketertarikan wisatawan Indonesia terhadap Ethiopia juga dipengaruhi oleh fakta bahwa negara ini tidak pernah dijajah bangsa Eropa. Identitas budaya, sistem sosial, dan warisan sejarahnya tumbuh secara otentik, tanpa banyak intervensi kolonial. Hal ini memberi pengalaman berbeda bagi pelancong yang ingin memahami Afrika dari perspektif yang lebih utuh dan jujur.

Ethiopia dipilih sebagai destinasi utama transit dalam perjalanan umroh yang ditawarkan kepada banyak wisatawan Indonesia. Melalui city tour di Addis Ababa jamaah dan wisatawan diajak mengenal sisi lain Afrika yang jarang terekspos. Pendekatan ini membuka perspektif baru bahwa perjalanan religi dapat berjalan seiring dengan eksplorasi sejarah dan budaya lokal.

Untuk memperkuat akses dan kenyamanan perjalanan, terjalim kolaborasi strategis dengan Ethiopian Airlines. Maskapai ini membuka empat kali penerbangan dari Jakarta ke Addis Ababa, menjadikan Ethiopia semakin mudah dijangkau oleh wisatawan Indonesia. Kerja sama lintas industri ini juga bertujuan mengembangkan destinasi city tour baru dan memperkenalkan Addis Ababa sebagai pintu gerbang wisata budaya Ethiopia.

“HabasyGo lahir dari pemahaman bahwa setiap perjalanan membutuhkan perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan eksekusi yang profesional. Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang baru, lebih nyaman, dan terukur bagi para konsumen. Ethiopia adalah destinasi yang membuka mata dan hati, menurut kami lebih dari kota yang lain,” ujar Prasetyo Adhi G, Chief Executive Officer HabasyGo.

Selama berada di Addis Ababa, wisatawan diajak mengunjungi National Museum of Ethiopia, tempat tersimpannya fosil manusia purba “Lucy” yang berusia 3,2 juta tahun. Museum ini tidak hanya menampilkan artefak, tetapi juga merangkum perjalanan panjang peradaban Ethiopia dari masa prasejarah hingga era modern.

Pengalaman budaya dilanjutkan dengan menyusuri Mercato Market, pasar terbesar di Afrika. Di tempat ini, wisatawan dapat merasakan denyut kehidupan lokal, mulai dari aktivitas perdagangan rempah, tekstil, hingga mencicipi kopi Ethiopia yang terkenal di dunia. Varietas seperti Yirgacheffe, Sidamo, dan Harrar menjadi simbol kekayaan rasa sekaligus identitas budaya Ethiopia.

Addis Ababa juga menawarkan ruang seni dan edukasi seperti Zoma Museum, yang sering disebut sebagai “mini Afrika”. Museum ini memadukan seni kontemporer, arsitektur tradisional, dan konsep keberlanjutan lingkungan. Tidak jauh dari sana, Addis Zoo Peacock Park menghadirkan pengalaman wisata keluarga dengan koleksi satwa khas Afrika, termasuk singa endemik Ethiopia.

Di luar ibu kota, Ethiopia menyimpan destinasi kelas dunia seperti Lalibela dengan gereja batu abad ke-12, Simien Mountains National Park yang masuk daftar UNESCO, hingga Danau Tana dan Air Terjun Blue Nile. Seluruh destinasi ini memperkaya narasi Ethiopia sebagai negara yang menawarkan perpaduan wisata religi, budaya, dan alam dalam satu perjalanan.

Dengan kemudahan visa bagi WNI, baik melalui visa on arrival maupun e-visa, serta paket wisata non-umroh berdurasi hingga dua mingg, Ethiopia semakin terbuka bagi wisatawan Indonesia. Negeri ini perlahan membuktikan diri sebagai destinasi wisata religi yang mungkin jarang dilirik, tetapi menyimpan makna mendalam bagi siapa pun yang ingin melakukan perjalanan dengan hati dan kesadaran sejarah.