Setelah Suaminya, Kini Giliran Nama Melania Trump Ikut Terseret Kasus Jeffrey Epstein

Melania Trump.
Melania Trump.

Selama lebih dari satu dekade, nama Jeffrey Epstein menjadi simbol dari salah satu skandal paling gelap yang melibatkan kekuasaan, uang, dan eksploitasi seksual di kalangan elite global. Sejumlah nama-nama besar pun sempat terseret dalam kasus tersebut. Mulai dari mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan presiden Amerika Serikat, Donald Trump hingga mantan pangeran Inggris, Andrew Mountbatten Windsor

baru ini, Kementerian Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat kembali merilis 3 juta file terkait kasus ini. File yang dirilis itu juga mencakup 2.000 video dan 180.000 gambar tentang hubungan para bangsawan, politisi, dan raksasa bisnis dengan Epstein.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya berkas-berkas tersebut termasuk laporan tip FBI, catatan panggilan, transfer dana, hingga jadwal penerbangan jet pribadi menyebut sejumlah nama besar. Salah satu temuan terbaru dan mengejutkan dari Epstein File itu adalah korespondensi yang dikaitkan dengan Ibu Negara Amerika Serikat saat ini, Melania Trump.

Sebuah email bertanggal Oktober 2002, yang ditulis oleh seorang perempuan bernama Melania, tampaknya ditujukan langsung kepada Ghislaine Maxwell.

“Dear G, apa kabar? Cerita bagus tentang JE (Jeffrey Epstein) di NY Mag. Kamu terlihat sangat baik di fotonya,” demikian bunyi pesan tersebut dikutip dari laman ibtimes.co.uk, Selasa 3 Februari 2026.

Meski singkat, nada ramahnya menunjukkan kedekatan yang terasa janggal jika dikaitkan dengan berbagai fakta mengerikan yang kemudian terungkap.

Suaminya, Presiden Donald Trump, juga disebut cukup menonjol dalam materi terbaru ini. Meski ia terus membantah segala tuduhan, namanya tetap muncul dalam berkas-berkas yang baru dirilis.

Salah satu dokumen yang dipublikasikan Jumat lalu memuat laporan tip yang belum terverifikasi, menuduh bahwa beberapa dekade lalu seorang gadis berusia 13 atau 14 tahun dipaksa melakukan seks oral terhadap Trump, seperti dilaporkan Telegraph.

Dalam kejadian yang terbilang aneh, beberapa jam setelah dokumen-dokumen itu dipublikasikan, berkas yang memuat tuduhan pelecehan anak tersebut sempat menghilang dari situs Departemen Kehakiman sebelum akhirnya dimunculkan kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkas terpisah lainnya memuat tuduhan dari seseorang yang tidak disebutkan namanya, yang mengklaim bahwa presiden ikut serta dalam ‘pesta-pesta orgi’. Departemen Kehakiman AS dengan cepat menepis tuduhan tersebut.

“Perlu ditegaskan, klaim ini tidak berdasar dan tidak benar. Jika memang memiliki kredibilitas, tuduhan semacam ini tentu sudah lama digunakan sebagai senjata politik terhadap Presiden Trump,” demikian statement tersebut.