Trump Murka! Ancam Tarif 100 Persen ke Kanada Jika Membuat Kesepakatan Dagang dengan Tiongkok

Presiden AS Donald Trump di World Economy Forum Davos 2026
Presiden AS Donald Trump di World Economy Forum Davos 2026

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Kanada. Trump memperingatkan akan mengenakan tarif impor sebesar 100 persen terhadap seluruh produk Kanada yang masuk ke pasar AS jika mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu waktu setempat, 24 Januari 2026. Ia menegaskan tidak akan mentoleransi langkah Kanada yang dinilai membuka celah bagi barang-barang asal Tiongkok untuk masuk ke pasar AS.

“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan Tiongkok, negara itu akan langsung dikenakan tarif 100 persen atas seluruh produk Kanada yang masuk ke AS,” tulis Trump dikutip dari CNBC Internasional pada Senin, 26 Januari 2026.

Presiden AS Donald Trump saat di Turnberry, Skotlandia

Trump juga menuding Tiongkok berupaya memanfaatkan Kanada sebagai jalur alternatif untuk menghindari tarif tinggi yang selama ini diberlakukan AS. Ia secara telak mengatakan pemikiran Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, untuk menjadikan Kanada sebagai 'pelabuhan transit' bagi Tiongkok untuk mengirim barang untuk masuk ke AS adalah kesalahan besar.

“Dia sangat keliru,” tegas Trump.

Ancaman tersebut muncul setelah Kanada dan Tiongkok mengumumkan kesepakatan awal untuk menurunkan hambatan perdagangan. Beijing akan memangkas tarif atas sejumlah produk pertanian Kanada, sedangkan Ottawa meningkatkan kuota impor kendaraan listrik asal Tiongkok dengan tarif most-favored-nation (MFN) sebesar 6,1 persen.

Menariknya, sikap Trump kali ini berbanding terbalik dengan pernyataannya sepekan lalu. Pada 16 Januari 2026, Trump sempat menyatakan dukungannya terhadap langkah Carney menjajaki kerja sama dagang dengan Tiongkok.

“Itu memang seharusnya dia lakukan. Hal yang baik untuk menandatangani kesepakatan dagang. Jika Anda bisa membuat kesepakatan dengan Tiongkok, maka lakukan,” ujar Trump kala itu kepada wartawan di Gedung Putih.

Kamar Dagang Kanada menegaskan bahwa kesepakatan dengan Tiongkok tidak dimaksudkan untuk merugikan AS. Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Kebijakan Publik Kamar Dagang Kanada, Matthew Holmes, menyatakan kerja sama tersebut murni berorientasi pada kepentingan domestik.

“Pemerintah Kanada secara transparan telah menjelaskan bahwa kesepakatan dengan Tiongkok sepenuhnya berfokus pada kepentingan konsumen dan pelaku usaha di Kanada dan Tiongkok, bukan skema yang ditujukan ke pasar lain,” ujar Holmes.

Holmes menegaskan, hubungan dagang Kanada dengan AS tetap menjadi prioritas utama. Ia juga tak menampik bahwa kerja sama bilateral dengan AS sangat menguntungkan pekerja, konsumen, dan daya saing Amerika Utara.

Sebagai informasi, Trump menaikkan tarif atas produk Kanada menjadi 35 persen pada Agustus 2025. Meski sebagian besar ekspor Kanada dibebaskan tarif melalui perjanjian Kanada–AS–Meksiko (CUSMA), sejumlah komoditas seperti baja, tembaga, serta beberapa jenis mobil dan suku cadang tetap dikenai bea masuk.

Ancaman tarif terbaru ini juga datang sehari setelah Trump menarik undangan Kanada untuk bergabung dalam inisiatif Board of Peace. Keputusan tersebut menyusul pidato Carney di World Economic Forum (WEF) Davos yang menyoroti bahaya tekanan ekonomi oleh negara-negara adidaya.

Dalam pidatonya, Carney menyerukan agar negara-negara berpengaruh menengah bersatu untuk menahan praktik pemaksaan ekonomi dari kekuatan global besar. Namun, negara yang ingin bergabung dengan Board of Peace harus membayar US$1 miliar.

Sampai saat ini, Gedung Putih dan kantor Perdana Menteri Kanada belum memberikan tanggapan resmi atas ancaman Trump ini.