John Herdman: Mindset Pionir Jadi Kunci Mengejar Impian Piala Dunia
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai pencapaian target besar dalam sepak bola tidak bisa dilepaskan dari perubahan cara berpikir.
John Herdman ingin menanamkan fondasi mental baru bersama Timnas Indonesia, terutama setelah kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
Pendekatan tersebut, menurut John Herdman, perlu dimulai sebelum pembahasan soal taktik di lapangan.
Herdman menekankan pentingnya membentuk mental pemain dan kembali menguatkan peran ruang ganti agar tim bergerak ke arah yang lebih terarah dan konsisten.
John Herdman menjelaskan bahwa pola pikir perintis atau pionir harus menjadi modal utama setiap penggawa Garuda.
Pelatih kelahiran Consett pada 19 Juli 1975 itu melihat secara naluriah manusia memiliki dorongan untuk menjadi yang pertama, dan dorongan itu dapat diolah menjadi kekuatan besar dalam perjalanan sebuah tim.
“Saya pikir, sebagai titik awal, itu adalah mindset pionir," kata John Herdman dikuti dari kanal YouTube Timnas Indonesia.
“Saya pikir kita semua memiliki kesempatan untuk menjadi yang pertama dalam sesuatu."
Menurut Herdman, keinginan untuk menjadi yang terdepan akan mendorong pemain terus berjuang dan pantas menerima hasil dari setiap pengorbanan yang mereka lakukan.
Menatap Piala Dunia dan Olimpiade
Konsep pionir dinilai Herdman sangat relevan bagi pemain Timnas Indonesia.
Ia ingin para pemain memiliki gambaran besar, tidak hanya untuk bersaing di level Asia, tetapi juga berani membidik Piala Dunia hingga Olimpiade.
Meski menjadi yang pertama kerap disertai tekanan dan keraguan dari banyak pihak, Herdman justru menilai beban tersebut sebagai sumber motivasi yang kuat bagi seluruh elemen tim.
“Menjadi yang pertama di keluarga Anda yang meraih Piala Dunia. Atau lolos ke Olimpiade.”
“Konsep ini, bahwa nama keluarga saya belum pernah mencapai hal-hal tersebut sebelumnya, telah menjadi motivator besar.”
Timnas Indonesia dalam perjuangan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat menghadapi Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
“Kemudian saya proyeksikan hal itu kepada orang-orang yang saya bawa saya bersama, baik itu pemain maupun staf,” ujarnya.
Mimpi Besar dan Proses Panjang
Di lingkungan Timnas Indonesia, Herdman ingin setiap pemain memiliki mimpi untuk menembus berbagai rintangan.
Target jangka panjangnya adalah mengejar Piala Dunia, sekaligus menumbuhkan keyakinan untuk bersaing dan mengalahkan tim-tim kuat dari Jepang hingga Eropa.
Ia menegaskan bahwa semua itu tidak bisa dicapai secara instan. Dibutuhkan proses bertahap dan konsistensi agar tim benar-benar siap berada di level tertinggi.
“Menjadi orang pertama yang meraih medali berturut-turut di Olimpiade.”
“Menjadi orang pertama yang mengalahkan Amerika Serikat, menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalahkan Jepang, mengalahkan lawan Eropa, dan lolos ke Piala Dunia,” kata Herdman.
Motivasi dari Dalam Diri
John Herdman meyakini bahwa motivasi yang lahir dari dalam diri pemain memiliki dampak paling besar.
Dorongan untuk membuktikan kemampuan dan keluar dari pandangan negatif sekitar dapat membuka peluang terciptanya kejutan di lapangan.
“Pola pikir pionir ini dalam menembus batas baru telah sangat membantu saya karena secara alami manusia ingin menjadi yang pertama dalam hal-hal tertentu.”
“Mereka ingin menjadi pionir, tetapi terjebak dalam pola pikir melakukan hal-hal yang sama berulang kali,” katanya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang