IHSG Menguat 40 Poin di Penutupan Perdagangan Awal Desember, Cek 3 Saham Paling Cerah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menambahkan kenaikan pada penutupan perdagangan hari ini, Senin, 1 Desember 2025. IHSG menguat 0,47 persen atau 40,08 poin menjadi 8.548,79. 

Pergerakan IHSG terpantau sempat menyentuh level terendah di posisi 8.493 sementara titik tertingginya berhasil mencapai posisi 8.553. Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp 20,02 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,59 juta kali. 

Mayoritas sektor saham kompak menguat sehingga mendorong indeks domestik parkir di posisi lebih tinggi. Sektor siklikal membukukan lompatan harga tertinggi sebesar 2,89 persen.

Kemudian sektor energi melejit 1,36 persen, sektor teknologi menguat 1,08 persen dan sektor infrastruktur melambung 1,00 persen. Hasil positif juga dicatatkan sektor kesehatan dan keuangan sebesar 0,04 persen. 

Ilustrasi sedang investasi

Sebaliknya, sektor properti merosot tajam sebesar 2,02 persen. Lalu sektor industri melemah 0,44 persen, sektor non-siklikal menyusut 0,22 persen, sektor bahan baku tergerus 0,13 persen dan sektor transportasi turun 0,11 persen. 

Tim Analis Phintraco Sekuritas menyoroti serangkaian data ekonomi domestik yang dilaporkan pada Senin, 1 Desember 2025. Indeks Manufacturing PMI bulan November 2025 naik menjadi 53,3 dari 51,2 pada bulan Oktober 2025. Ini merupakan level tertinggi sejak Februari 2025 setelah empat bulan berturut-turut berada di area ekspansi. 

Surplus neraca perdagangan bulan Oktober 2025 berkurang menjadi US$2,4 miliar dari US$4,34 miliar sekaligus keuntungan paling kecil sejak bulan April 2025. Penurunan disebabkan oleh turunnya ekspor sebesar 2,31 persen secara year on year (yoy) yang jadi penurunan pertama sejak Maret 2024. 

"Turunnya ekspor ini disebabkan oleh melambatnya permintaan dari AS dan Tiongkok serta penurunan permintaan dari Jepang dan India," lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari risetnya pada Senin, 1 Desember 2025. 

Sementara itu, inflasi bulan November 2025 melambat menjadi 0,17 persen secara bulanan. Secara tahunan laju inflasi November 2025 juga melambat menjadi 2,72 persen dari 2,86 persen secara year on year di bulan Oktober 2025.

Secara teknikal, ungkap Phintraco Sekuritas, terjadi penyempitan histogram positif MACD Indikator Stochastic RSI mengarah ke area oversold. 

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan saham-saham yang sukses mencatatkan lonjakan harga tertinggi. Berikut tiga emiten di puncak jajaran 45 saham unggulan adalah.

Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Saham JPFA memimpin kenaikan sebesar 7,79 persen atau 190 poin dan ditutup pada level 2.630.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Saham GOTO menguat 4,69 persen atau 3 poin menjadi 67.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Selanjutnya, saham TLKM melonjak sebesar 3,99 persen atau 140 poin hingga menembus parkir di area 3.650.