IHSG Bangkit Tipis di Akhir Bulan Februari 2026, Cek 3 Saham Kinclong di Jajaran LQ45
Pergerakan IHSG berada dalam rentang area 8.093 hingga titik tertinggi intraday menyentuh level 8.219. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 38.13 triliun, volume transaksi sebesar Rp 45,37 miliar dan total perdagangan 2,46 juta transaksi.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan yang terjadi selam sesi pertama akibat sentimen negatif dari ketidakpastian soal tarif dari Amerika Serikat. Selain itu, adanya peringatan mengenai meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia dari S&P Global Ratings, serta rebalancing MSCI pada akhir bulan.
"Secara teknikal, penyempitan histogram positif MACD berlanjut dan Stochastic RSI bergerak ke arah pivot area," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya, Jumat, 27 Februari 2026.
Pulihnya IHSG seiring menguatnya sejumlah sektor saham yang dipimpin lonjakan sektor industri sebesar 4,48 persen. Sektor konsumer siklikal melesar 2,88 persen dan sektor bahan baku meningkat sebesar 1,88 persen.
Namun, sejumlah sektor masih mengalami koreksi. Sektor keuangan anjlok 0,83 persen, sektor infrastruktur melemah 0,36 persen dan sektor kesehatan merosot 0,16 persen.
Sejalan indeks domestik bergerak lebih tinggi, sejumlah beberapa saham ikut mencatatkan hasil positif. Berikut tiga emiten dengan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) antara lain:
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Saham INCO melesat dua digit sebesar 11,27 persen atau 800 poin hingga menembus level 7.900.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
Saham NCKL melambung 6,57 persen atau 95 poin menjadi 1.540.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
Saham AMMN menguat sebesar 4,79 persen atau 350 poin dan ditutup pada posisi 7.650.