Trump Ejek Macron Pakai Kacamata Hitam di World Economy Forum Davos
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejek penampilan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tampil berpidato di World Economy Forum (WEF) Davos 2026 dengan kacamata hitam.
Dalam pidatonya pada Selasa, 20 Januari 2026, Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik keras terhadap kampanye Presiden AS Donald Trump terkait Greenland. Ia menegaskan bahwa Eropa akan melawan "para pengganggu" dan menolak "hukum yang terkuat", tanpa secara langsung menyebut nama Presiden Amerika Serikat.
Sehari setelahnya, Trump balik menyindir Macron saat berpidato di KTT Davos pada Rabu, 21 Januari 2026. Ucapannya disambut tawa hadirin ketika ia menyinggung kacamata hitam aviator yang dikenakan Macron dalam pidatonya sebelumnya.
"Saya melihat Emmanuel Macron kemarin dengan kacamata hitam yang indah itu, apa yang terjadi?" kata Trump, sebelum menambahkan bahwa ia "sebenarnya menyukai Emmanuel."
Presiden AS Donald Trump berpidato di World Economy Forum Davos 2026
Meski Trump berulang kali mengklaim memiliki pandangan positif terhadap Macron—bahkan menirukan aksen presiden Prancis itu saat menceritakan percakapan mereka—muncul keraguan bahwa hubungan keduanya tengah menuju jalan buntu di tengah meningkatnya retorika saling serang.
Pada Senin, Trump mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis setelah Macron menolak bergabung dengan inisiatif Dewan Perdamaian Trump. Ia juga menyebut Macron telah tamat secara politik.
"Tidak ada yang menginginkannya karena dia akan segera lengser dari jabatannya," ujar Trump. "Yang akan saya lakukan adalah, jika mereka merasa bermusuhan, saya akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanyenya, dan dia akan bergabung."
Masa jabatan kedua Macron—yang merupakan batas maksimal bagi seorang presiden Prancis—akan berakhir pada 2027. Pada akhir Desember 2025, Macron berjanji akan menjabat "hingga detik terakhir" masa kepemimpinannya.
Terkait kacamata hitam berlapis cermin yang menjadi bahan sindiran Trump, Istana Élysée sebelumnya menjelaskan bahwa Macron mengenakannya untuk melindungi mata dari cedera akibat pecahnya pembuluh darah.
Dalam pidato Selasa tersebut, Macron kembali menegaskan penolakannya terhadap kampanye Greenland Trump, dengan menyatakan bahwa Eropa akan melawan “para pengganggu” dan menolak “hukum yang terkuat”, tanpa menyebut presiden AS secara langsung.
Trump juga menyinggung negosiasi farmasi dengan Macron dalam pidatonya di Davos. Trump menuduh Macron bersikap keras dalam negosiasi harga obat-obatan. "Tapi saya melihatnya bersikap keras" atas keraguannya untuk menaikkan harga obat agar lebih sesuai dengan harga di AS.
Ia mengklaim hanya membutuhkan sekitar tiga menit untuk meyakinkan negara-negara agar membatalkan rencana pelipatangandaan harga obat resep buatan AS, sembari menggambarkan caranya menekan pemimpin Prancis itu.
"Emmanuel, Anda telah memanfaatkan Amerika Serikat selama 30 tahun terakhir," kata Trump kepada Macron.
Sindiran terbuka tersebut muncul setelah beredarnya pesan pribadi Trump dari Macron yang dipublikasikan awal pekan ini.
Dalam pesan bocor itu, Macron—yang menyebut Trump sebagai "teman saya"—mempertanyakan strategi Greenland presiden AS, dengan mengatakan bahwa ia "tidak memahaminya". Ia juga mengusulkan penyelenggaraan KTT G7 yang diperluas di Paris pada Kamis mendatang, yang akan melibatkan pejabat Rusia.
Penolakan yang ‘Provokatif’
Prancis dalam beberapa waktu terakhir memosisikan diri sebagai salah satu penentang paling vokal terhadap ambisi teritorial Trump di Eropa.
Macron mendorong penerapan Instrumen Anti-Koersi Uni Eropa serta mengecam ancaman tarif yang dikaitkan dengan Greenland sebagai sesuatu yang “pada dasarnya tidak dapat diterima, terlebih lagi ketika digunakan sebagai alat tawar-menawar terhadap kedaulatan teritorial.”
Menjelang pidato Trump, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut penolakan terbaru Prancis dan Uni Eropa sebagai "provokatif", seraya menyarankan para pemimpin Eropa untuk tetap tenang dan tidak bereaksi secara emosional.
Macron tidak berada di Davos saat Trump tiba pada Rabu, meskipun para pejabat membuka kemungkinan keikutsertaannya dalam diskusi terkait Ukraina.
Prancis juga telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk latihan NATO di Greenland. Negara itu termasuk di antara delapan negara Eropa yang terancam tarif AS mulai dari 10 persen bulan depan, yang akan meningkat menjadi 25 persen pada Juni, kecuali mereka mendukung akuisisi wilayah tersebut oleh Washington—yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. (Euronews)