Gara-gara Greenland: Trump Hantam 8 Negara Uni Eropa, Prancis Ancam Balas dengan Bazoka
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberlakukan tarif dagang bagi Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia yang semula sebesar 10 persen di 1 Februari nanti, akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni 2026.
Sanksi kenaikan tarif dagang ini diumumkan Trump beberapa hari setelah 8 negara Eropa tersebut mengirimkan misi militer ke Greenland untuk memperkuat keamanan wilayah itu.
Ancaman Trump yang "tidak dapat diterima" ini memicu sejumlah respons. Salah satunya seperti yang dilakukan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Ia meminta kepada para pemimpin Uni Eropa (UE) untuk mengaktifkan Instrumen Anti-Paksaan Ekonomi (ACI), yang dikenal sebagai "bazoka perdagangan".
"Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan mempengaruhi kami, baik di Ukraina, Greenland, maupun di mana pun di dunia," kata dia, seperti dikutip dari situs BBC, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut Macron, "bazooka perdagangan" adalah "senjata dagang" Uni Eropa. Ada kemungkinan senjata ini akan digunakan untuk pertama kalinya. "Bazooka perdagangan" merupakan Alat Anti-Paksaan Ekonomi (ACI).
ACI disetujui pada 2023 oleh Uni Eropa dan merupakan "alat pencegahan" untuk menyelesaikan sengketa perdagangan, seperti dijelaskan di situs web Parlemen Uni Eropa.
Dengan pengaktifan ACI maka membuka peluang bagi mereka untuk "mencegah negara ketiga menerapkan tindakan paksa terhadap kepentingan Uni Eropa" dan untuk membalas dengan sejumlah aksi.
Langkah-langkah balasan yang bisa dilakukan
Instrumen tersebut mengizinkan pemberlakuan pembatasan perdagangan, misalnya dalam bentuk kenaikan tarif atau melawan dengan tarif balasan, lisensi impor atau ekspor, pembatasan perdagangan jasa, atau pembatasan akses terhadap investasi asing langsung atau tender publik.
Jika permintaan Prancis disetujui, Uni Eropa tidak hanya dapat mengenakan tarif tambahan pada impor AS, tetapi juga dapat mencegah perusahaan AS membeli saham di perusahaan mana pun di 27 negara anggotanya, menerima pembiayaan publik atau swasta, dan berpartisipasi dalam tender kontrak publik dengan pemerintah mereka.
Selain itu, ACI memberi wewenang kepada Uni Eropa untuk menuntut "ganti rugi" ekonomi dari negara yang melakukan paksaan terhadapnya.
Senjata ini dirancang untuk melawan campur tangan paksa dari kekuatan eksternal yang semula dimaksud adalah China, bukan AS.
Otoritas Uni Eropa mulai merancang ACI justru tak lama setelah masa jabatan pertama Donald Trump berakhir. Kala itu, hubungan perdagangan transatlantik mengalami beberapa kebuntuan.
Namun, insiden yang memengaruhi Lituania pada 2021 yang akhirnya mendorong inisiatif ini. Pada tahun itu,
China memberlakukan pembatasan perdagangan terhadap negara Baltik tersebut.
Pemicunya, Lituania mengumumkan akan meningkatkan hubungan perdagangan dengan Taiwan, pulau yang dianggap oleh raksasa Asia itu sebagai "provinsi pemberontak" dan ingin dianeksasi.
Beberapa bulan setelah pengumuman tersebut, perusahaan-perusahaan Lituania mengeluhkan kesulitan dalam memperbarui atau menandatangani kontrak dengan perusahaan-perusahaan China.
Selain itu, mereka juga mengalami masalah dengan pengiriman yang tidak dikirim dan penolakan permohonan impor.
Teks dibuat untuk mencegah negara-negara ketiga "berusaha menekan Uni Eropa atau negara anggota untuk mengambil keputusan tertentu dengan menerapkan, atau mengancam akan menerapkan, tindakan yang mempengaruhi perdagangan atau investasi".
"Instrumen ini memungkinkan kita untuk bereaksi cepat terhadap tekanan dari negara lain. Sekarang kami memiliki berbagai macam tindakan balasan, melengkapi alat pertahanan yang kami miliki. Meskipun tujuan utamanya untuk mencegah, kami juga dapat bertindak jika diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan Uni Eropa," kata Anggota Parlemen Uni Eropa asal Jerman Bernd Lange.
Pada 2025, ketika Donald Trump memulai perang tarif globalnya dan menyerang Uni Eropa, kemungkinan penerapan "senjata" ini dipertimbangkan. Namun, pada kesempatan itu, Brussels memilih untuk hanya mengandalkan dialog.