Buntut Ancaman Trump, Kanada Berencana Susul NATO Kirim Pasukan ke Greenland
Kanada dikabarkan berencana mengirimkan sejumlah kecil pasukan ke Greenland di tengah meningkatnya ketegangan terkait rencana Amerika Serikat terhadap wilayah tersebut.
Informasi itu muncul saat Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk menguasai pulau milik Denmark itu.
Langkah Kanada disebut sebagai bagian dari penguatan keamanan bersama negara-negara sekutu.
Namun, rencana tersebut masih menunggu keputusan politik dari pemerintah Ottawa.
Kanada akan Ikut Latihan Bersama NATO
Mengutip dua pejabat senior Kanada, harian The Globe and Mail melaporkan bahwa pasukan yang dikirim akan mengikuti latihan bersama dengan anggota NATO lainnya.
Kehadiran pasukan Kanada disebut sejalan dengan upaya kolektif negara-negara Barat memperkuat keamanan di kawasan Arktik.
Sejumlah negara Eropa telah lebih dahulu mengumumkan rencana serupa. Swedia, Belanda, Norwegia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Finlandia disebut akan mengirim pasukan ke Greenland, sebagaimana dilaporkan media Kanada tersebut dan dikutip Antara dari RIA Novosti, Senin (19/1/2026).
Usaha Denmark Perkuat Kehadiran Militer di Greenland
Pekan lalu, Angkatan Bersenjata Denmark menyatakan akan memperkuat pasukan mereka di Greenland.
Penguatan itu dilakukan melalui kerja sama dengan NATO serta peningkatan intensitas latihan militer di pulau tersebut.
Langkah Denmark dinilai sebagai respons atas dinamika keamanan kawasan Arktik yang semakin strategis di tengah ketegangan geopolitik.
Keputusan Menunggu Persetujuan Perdana Menteri Kanada
Meski dinilai tak terelakkan, rencana pengiriman pasukan Kanada masih menunggu persetujuan Perdana Menteri Mark Carney.
Hingga kini, Carney disebut belum memastikan waktu pengambilan keputusan terkait langkah tersebut.
Ancaman Tarif AS dan Isu Greenland
Sementara itu, Trump pada Sabtu mengumumkan rencana pemberlakuan tarif impor sebesar 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen hingga Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk membeli Greenland.
Greenland merupakan pulau terbesar di dunia dan bagian dari Kerajaan Denmark.
Meski demikian, Trump berkali-kali menyatakan wilayah itu seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat dengan alasan kepentingan strategis.
Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan AS agar tidak merebut wilayah tersebut dan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap integritas teritorial.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang