Pertemuan Trump dan Machado: Peluang Baru bagi Masa Depan Venezuela

Spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi posisi Presiden Venezuela semakin berkembang setelah penangkapan Nicolas Maduro.
Situasi ini semakin menarik perhatian setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan pertemuan dengan Maria Corina Machado pada Kamis sore atau Jumat (16/1/2026) dini hari waktu Indonesia.
Machado, yang merupakan pemimpin partai oposisi, dikenal sebagai salah satu pengkritik utama rezim Maduro.
Pertemuan ini dianggap banyak pihak sebagai momen penting yang berpotensi memengaruhi kebijakan Amerika Serikat terhadap Venezuela di masa depan.
Diskusi antara Trump dan Machado berlangsung di tengah ketegangan yang tinggi dalam pemerintahan Venezuela terkait siapa yang akan memimpin negara tersebut ke depan.
Pertemuan ini juga bertepatan dengan pujian Trump kepada Delcy Rodriguez, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Interim Venezuela.
Trump dan Redriguez
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat rapat bersama para bos perusahaan minyak di East Room, Gedung Putih, Washington DC, 9 Januari 2026. Trump mengajak para raja minyak AS untuk berinvestasi Rp 1.680 triliun di Venezuela.
Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Rabu (15/1/2026) Trump menyebut Rodriguez sebagai individu yang "sangat baik untuk diajak bekerja sama," yang mendorong beberapa anggota oposisi seperti Machado untuk berusaha merebut perhatian Trump.
Makan siang tersebut menandai pertemuan langsung pertama antara Trump dan Machado.
Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pemerintah AS menyambut baik kedatangan Machado di Washington.
Leavitt menyatakan bahwa Trump sangat menantikan diskusi yang konstruktif dengan Machado, yang dianggap sebagai suara tegas bagi rakyat Venezuela.
Dia menambahkan bahwa topik mengenai masa depan Venezuela akan menjadi fokus pembicaraan mereka.
Maria Corina Machado sebelumnya dilarang untuk berpartisipasi dalam pemilihan presiden 2024 oleh pengadilan yang dianggap berpihak pada pemerintah.
Sebagai respons, Machado dan partainya, Vente Venezuela, mendukung Edmundo Gonzales yang mencalonkan diri secara independen untuk melawan Maduro.
Siapa Maria Corina Machado?
Peraih Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado, dalam konferensi pers di Grand Hotel, Oslo, Norwegia, 11 Desember 2025.
Meskipun Maduro mengeklaim telah menang dalam pemilu tersebut, banyak pengamat internasional percaya bahwa Gonzales yang sebenarnya menang dengan selisih suara yang signifikan.
Namun, rezim Maduro dituduh menggunakan berbagai taktik seperti rekayasa hasil pemilu dan kekerasan untuk mengamankan kemenangannya.
Mereka yang menentang hasil pemilu tersebut juga mengalami penangkapan oleh otoritas.
Meski pemerintah saat ini sudah membebaskan sejumlah tahanan politik baru-baru ini, para aktivis hak asasi manusia berpendapat bahwa jumlah tersebut dibesar-besarkan oleh pihak pemerintah Caracas.
Diketahui, nama Maria Corina Machado mulai mencuri perhatian setelah ia secara terbuka memuji tindakan Trump dalam penangkapan Maduro.
Pada 5 Januari 2026, Machado menyebut penangkapan tersebut sebagai momen penting bagi perjuangan demokrasi di Venezuela.
Simbol harapan rakyat Venezuela
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado saat berpidato di Caracas, 28 Agustus 2024. Machado pada Jumat (10/10/2025) memenangi penghargaan Nobel Perdamaian, mengalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan Trump, Machado bahkan berniat memberikan penghargaan setara Nobel Perdamaian kepadanya, meyakini bahwa Trump merupakan salah satu sosok yang membantu rakyat Venezuela terlepas dari cengkeraman rezim Maduro.
Dia melihat penangkapan Maduro bukan hanya langkah hukum, tetapi juga simbol harapan bagi rakyat yang telah lama menderita akibat krisis politik dan ekonomi.
Walaupun Trump pernah meragukan kemampuan Machado untuk memimpin Venezuela, dia tetap berusaha memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi AS di Amerika Selatan.
Machado menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan proses transisi kekuasaan berlangsung lancar.
Ia berusaha meyakinkan komunitas internasional bahwa oposisi siap untuk membangun kembali Venezuela, khususnya dalam memperbaiki sektor industri minyak yang sangat vital bagi ekonomi negara.
Artikel ini telah tayang di Tribun dengan judul: Trump Gelar Makan Siang dengan Oposisi Maduro, Kursi Presiden Baru Venezuela Memanas
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang